
Puasa memiliki dampak positif terhadap kesehatan mental salah satu mengurangi kecemasan (freepik)
JawaPos.com – Puasa di bulan suci Ramadhan bukan hanya menahan lapar dan haus tetapi juga dapat memengaruhi kondisi psikologis dan emosi seseorang baik secara positif maupun negatif selama menjalankannya.
Banyak penelitian internasional membahas apakah Ramadhan berperan meningkatkan ketenangan batin, mengurangi stres atau bahkan memicu perubahan suasana hati yang tidak stabil.
Artikel ini mengulas bukti ilmiah dan temuan riset tentang bagaimana puasa berdampak pada kesehatan mental termasuk emosi, suasana hati dan kesejahteraan psikologis sebagaimana dilansir dari PubMed Journal dan Springer, Sabtu (21/2) :
Baca Juga: Puasa Sebagai Detox Alami atau Sekadar Tren? Simak Bukti Ilmiah dan Penjelasan Lengkapnya
Sebagian besar studi menunjukkan bahwa puasa ramadhan dikaitkan dengan penurunan gejala depresi, kecemasan dan stres dimana hal ini menunjukkan potensi manfaat bagi kesejahteraan mental.
Dalam review ini sekitar 72,7 % studi melaporkan penurunan gejala depresi, 66,6 % menunjukkan penurunan kecemasan dan 85,7 % menemukan penurunan stres setelah berpuasa.
Selain itu, sekitar 71,4 % studi melihat peningkatan kesejahteraan psikologis keseluruhan selama Ramadhan menunjukkan adanya efek positif pada mood secara umum.
Namun, penelitian ini juga mencatat bahwa kualitas tidur sering memburuk selama Ramadhan yang dapat berdampak negatif pada suasana hati dan fungsi kognitif.
Sebuah uji acak terkendali atau dikenal dengan RCT menemukan bahwa puasa yang diikuti dengan perubahan pola makan dan gaya hidup sehat bisa meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan mental secara signifikan selama Ramadhan.
Temuan ini menunjukkan bahwa aspek spiritual dan pola hidup yang lebih disiplin selama Ramadhan berkontribusi pada perasaan hidup yang lebih baik dan lebih fokus.
Penelitian ini juga menunjukkan bahwa suasana hidup dan mindfulness menjadi lebih baik setelah Ramadhan dibandingkan sebelum Ramadhan pada kelompok yang menjalankan puasa dengan panduan makan sehat dan ideal.
Sebuah riset menunjukkan bahwa meskipun beberapa emosi seperti ketegangan dan kelelahan meningkat di awal puasa, namun tingkat depresi dan kebingungan juga menurun selama Ramadhan berlangsung.
