
Kaitan puasa dengan detoks alami tubuh (carun.cz)
JawaPos.com – Bulan suci Ramadhan dikenal tidak hanya sebagai kewajiban ibadah besar bagi umat Muslim tetapi juga sering disebut sebagai periode dimana tubuh mendapatkan kesempatan untuk melakukan detox atau pembersihan alami dari racun.
Istilah detox sendiri berarti proses tubuh mengeluarkan zat-zat berbahaya atau sisa metabolik yang tidak diperlukan.
Namun benarkah puasa Ramadhan secara ilmiah dapat bekerja sebagai detox alami atau justru hanya menjadi kesimpulan populer semata tanpa bukti kuat?
Dilansir dari laman OAM Journal of Medical Sciences, MDPI Journal dan Pubmed Journal, Jumat(21/2) berikut penjelasan lengkap terkait puasa sebagai detox alami atau hanya sekadar tren populer semata :
Secara medis, detoksifikasi adalah suatu proses tubuh mengeluarkan zat berbahaya melalui organ seperti hati, ginjal,paru-paru dan sistem pencernaan bukan melalui pantangan makanan.
Organ-organ ini bekerja secara otomatis untuk memecah, menetralkan dan mengeluarkan racun dari aliran darah dan jaringan tubuh setiap hari.
Intinya tidak ada bukti ilmiah kuat bahwa hanya dengan berpuasa saja bisa meningkatkan detoksifikasi di luar kerja normal organ-organ ini.
Dengan arti lain, tubuh memang sudah dirancang secara biologis untuk membersihkan diri tanpa perlu dukungan eksternal yang belum terbukti ilmiah seperti puasa atau suplemen tertentu.
Meskipun demikian, puasa tetap dapat memicu perubahan metabolic yang berdampak pada kesehatan tubuh secara keseluruhan.
Penelitian metabolik menunjukkan bahwa saat tubuh berpuasa, terjadi perubahan dalam penggunaan energi seperti peralihan dari penggunaan glukosa ke cadangan lemak untuk bahan bakar.
Perubahan ini dapat meningkatkan produksi beberapa metabolit dan antioksidan yang memiliki peran dalam menjaga fungsi sel dan melindungi dari stres oksidatif.
