
Ilustrasi puasa Ramadhan yang dapat mengurangi gangguan stres dan kecemasan. (freepik/malik21nalik)
JawaPos.com - Dalam konteks modern yang semakin menyadari pentingnya kesehatan holistik, puasa Ramadhan telah menjadi fokus penelitian yang menarik.
Selain memberikan manfaat bagi tubuh secara fisik, praktik puasa ini juga diketahui memiliki dampak positif pada kesejahteraan mental.
Sebuah penelitian telah mengungkap bahwa puasa Ramadhan tidak hanya mengurangi gangguan stres, tetapi juga menunjukkan potensi dalam mengurangi tingkat kecemasan pada individu yang melaksanakannya.
Fenomena ini menyoroti hubungan yang kompleks antara praktik spiritual dan kesejahteraan psikologis, memperkuat pemahaman bahwa puasa tidak hanya tentang menahan diri dari makanan dan minuman, tetapi juga tentang peningkatan kualitas hidup secara menyeluruh.
Pada penjelasan kali ini, kita akan menjelajahi lebih dalam tentang temuan menarik ini dan bagaimana praktik puasa Ramadhan dapat menjadi salah satu cara yang efektif untuk mengurangi stres dan kecemasan dalam kehidupan sehari-hari.
Dilansir dari Hamad Medical Corporation pada Rabu (27/3), berpuasa di bulan Ramadhan memiliki banyak keuntungan bagi individu yang mengalami gangguan psikologis seperti depresi tingkat ringan, kecemasan, dan insomnia.
Menjalankan ibadah puasa beserta praktik-praktik spiritual dan sosial lainnya, memungkinkan setiap individu ini untuk bertahan dan mengatasi kekhawatiran atas masalah dalam hidup. Dimana praktik tersebut akan memberikan ketenangan pada individu tersebut.
Berpuasa dan didukung dengan praktik ibadah lainnya seperti sholat tarawih selama Bulan Suci Ramadhan dapat mendukung komunikasi dan interaksi sosial di antara masyarakat.
Selain itu, selama berpuasa, tubuh akan melepaskan endorfin, yang merupakan hormon 'kebahagiaan' alami yang ada di dalam tubuh setiap manusia.
Orang-orang dengan tingkat depresi ringan hingga sedang yang berpartisipasi dalam kegiatan-kegiatan spiritual seperti ini, cenderung keluar dari gaya hidup mereka yang dinilai kurang baik.
Sebaliknya, mereka akan menjadi lebih optimis dan mulai berpikir positif tentang diri mereka sendiri dan orang lain di sekitar mereka.
Berdasarkan data dari World Health Organization (WHO), sebanyak enam persen dari populasi dunia menderita depresi, dengan perkiraan sekitar 350 juta orang dari segala usia.
Studi penelitian menunjukkan bahwa puasa dapat membantu pengendalian diri dan manajemen amarah yang lebih baik pada individu yang cepat marah.
Selain itu, sholat sunnah 'Qiyam al-Layl' (shalat malam) selama Ramadhan juga membawa kedamaian batin dan membantu mengatasi frustrasi akibat beban dan tekanan hidup yang mereka rasakan.
Tak hanya itu saja, penelitian internasional juga mengungkapkan bahwa puasa tak hanya bermanfaat bagi individu yang mengalami depresi dan kecemasan, melainkan juga bermanfaat bagi mereka yang kecanduan akan zat terlarang.

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
9 Rekomendasi Mall Terbaik di Sidoarjo untuk Belanja, Kuliner, dan Tempat Nongkrong Bersama Keluarga
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal Moto3 Prancis 2026! Start Posisi 6, Veda Ega Pratama Buka Peluang Podium di Moto3 Prancis 2026
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
