Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 26 Maret 2025 | 23.44 WIB

Tinjau Arus Mudik Lebaran 2025 di Rest Area Kilometer 57, Kapolri Sebut Sudah Terjadi Lonjakan Pemudik Sejak H-10 Sampai H-6 Idul Fitri

Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo dalam peninjauan arus mudik pada Rabu (26/3). (Polri) - Image

Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo dalam peninjauan arus mudik pada Rabu (26/3). (Polri)

JawaPos.com - Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo meinjau arus mudik di Rest Area Kilometer 57 pada Rabu (26/3). Dalam kesempatan tersebut, orang nomor satu di Korps Bhayangkara itu memeriksa sejumlah fasilitas yang disiapkan untuk menunjang aktivitas pemudik. 

Mulai tempat ibadah, tempat istirahat, area makan, sampai toilet. Tidak sendirian, Jenderal Sigit didampingi oleh Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, dan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Kapolri mengapresiasi kesiapan sarana dan prasarana di rest area tersebut. 

”Ini tentunya perlu kita apresiasi karena lengkap. Mulai dari tempat untuk berbuka puasa, kemudian tempat istirahat, kemudian juga ada berbagai macam fasilitas lain,” terang Jenderal Sigit. 

Berdasar data dari Jasa Marga, Sigit menyampaikan bahwa sejak H-10 sampai H-6 lebaran, sudah tampak peningkatan jumlah kendaraan pemudik. Angka peningkatannya mencapai tujuh persen bila dibandingkan dengan hari-hari biasa. Menurut dia, hal itu terjadi karena kebijakan yang dilakukan bersama-sama. 

Yakni kebijakan Work From Anywhere (WFA), kemudian kebijakan libur anak sekolah, dan kebijakan lainnya. Untuk itu, Sigit mendorong masyarakat yang mudik untuk memanfaatkan kebijakan tersebut. Sehingga diharapkan dapat mengurangi puncak arus mudik yang diperkirakan terjadi pada H-3 lebaran atau pada 28 Maret.

”Saran kami, manfaatkan insentif dari pemerintah ini dengan sebaik-baiknya, khususnya bagi yang punya rencana untuk melaksanakan mudik karena bisa dilaksanakan WFA,” terang dia. 

Sigit menambahkan, pihaknya juga sudah memiliki sejumlah skenario dan rekayasa lalu lintas yang akan diterapkan apabila terdapat lonjakan jumlah kendaraan. Rekayasa tersebut diantaranya adalah penerapan ganjil-genap, contraflow hingga one way.

”Hari ini kami mulai akan memperlakukan rekayasa apakah itu contraflow yang dilaksanakan di kilometer 47 sampai dengan kilometer 70. Kemudian selanjutnya apabila memang dibutuhkan kita juga persiapkan one way,” jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subianto menyampaikan bahwa pihaknya telah menyiapkan dan mengerahkan total 66.714 personel untuk membantu pengamanan mudik yang dilakukan oleh Korps Bhayangkara.

”TNI menyiapkan personil sebanyak 66.714 personil yang akan diperbantukan kepada Polri dan sebagian akan stand by di satuannya untuk menghadapi apabila terjadi bencana alam untuk perbantuan kepada masyarakat,” terang dia. 

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore