
Ilustrasi bulan Ramadhan segera. (Freepik)
JawaPos.com–Puasa bukan sekadar ibadah yang penuh keberkahan, tetapi juga memiliki manfaat luar biasa bagi kesehatan tubuh. Banyak penelitian menunjukkan bahwa puasa dapat membantu meningkatkan sistem imun dan mencegah berbagai penyakit kronis, termasuk kanker.
Dalam dunia medis, konsep ini semakin banyak diperbincangkan, terutama karena puasa diyakini mampu mengaktifkan proses autophagy, mekanisme alami tubuh dalam membersihkan sel-sel rusak, termasuk sel kanker. Namun, bagaimana sebenarnya mekanisme tubuh dalam melawan sel kanker saat berpuasa?
Dilansir dari laman YouTube dr. Zaidul Akbar Official, puasa berperan dalam meningkatkan body defense system, atau sistem pertahanan tubuh. Salah satu cara kerja puasa dalam menghambat pertumbuhan sel kanker adalah dengan memicu respons sistem imun. Termasuk aktivasi makrofag, neutrofil, dan limfosit, yang berfungsi memakan atau mengeliminasi sel kanker.
Selain itu, puasa juga membantu mengurangi inflamasi dalam tubuh, yang sering menjadi pemicu berkembangnya sel kanker. Bahkan, berbagai penelitian telah membuktikan bahwa puasa mampu menurunkan kadar gula dalam darah, sementara sel kanker diketahui sangat bergantung pada gula sebagai sumber energinya.
Namun, bagi penderita kanker, pemilihan makanan saat puasa menjadi sangat krusial, terutama dalam hal konsumsi protein. Ada anggapan bahwa protein hewani dapat memperburuk kondisi kanker, sementara di sisi lain tubuh tetap membutuhkan protein untuk mempertahankan massa otot dan mendukung pemulihan.
Lantas, bagaimana cara mendapatkan asupan protein yang aman bagi penderita kanker? Artikel ini akan mengulas lebih dalam mengenai mekanisme puasa dalam melawan sel kanker serta jenis protein yang baik untuk dikonsumsi oleh penderita kanker.
Dalam tubuh manusia, terdapat dua jenis sistem imun, yaitu sistem imun bawaan (innate immune system) dan sistem imun adaptif (adaptive immune system). Kedua sistem ini bekerja sama untuk melindungi tubuh dari berbagai ancaman, termasuk sel kanker.
Saat seseorang berpuasa, tubuh akan memasuki fase yang dikenal sebagai autophagy, yaitu proses di mana sel-sel yang sudah tua, rusak, atau abnormal (termasuk sel kanker) dihancurkan dan didaur ulang menjadi energi baru. Selain itu, puasa juga menurunkan kadar insulin dan gula darah, yang merupakan sumber utama energi bagi sel kanker.
Sel kanker sangat menyukai gula, sehingga dengan membatasi asupan gula selama puasa, pertumbuhannya bisa ditekan. Lebih lanjut, puasa juga dapat mengurangi peradangan dalam tubuh, yang sering kali menjadi pemicu berkembangnya sel kanker.
Beberapa manfaat puasa dalam melawan kanker meliputi:
- Mengaktifkan autofagi untuk menghancurkan sel-sel rusak dan abnormal
- Meningkatkan respons sistem imun dalam mengenali dan menyerang sel kanker
- Menurunkan kadar insulin yang berperan dalam pertumbuhan sel kanker
- Mengurangi peradangan, yang sering menjadi faktor utama penyebaran kanker
Saat berbicara tentang kanker, penting untuk memahami bahwa sel kanker memiliki makanan favorit yang mempercepat pertumbuhannya. Beberapa jenis makanan yang sebaiknya dihindari penderita kanker meliputi.

Bocor! 3 Alasan Krusial Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Nomor Dua Jadi Kunci Utama
Viral Penonton Konser F4 di Jakarta Kena Campak Sebelumnya, Kemenkes Lakukan Pengecekan
Soal Kabar Kepala BGN Dadan Hindayana Ditangkap, Dasco: Serahkan ke Aparat Hukum
Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Kunker Luar Negeri Presiden Dikritik, Teddy Singgung Dino Patti Djalal yang hanya 3 Bulan jadi Wamenlu
Kejagung Konfirmasi Penggeledahan Kantor BGN Usai Pencopotan Dadan Hindayana
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Wariskan 39 Gol yang Sulit Dilupakan
Profil Sony Sanjaya, Eks Jenderal Polri yang Dicopot Sebagai Wakil Kepala BGN, Sempat Diterpa Isu OTT
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
