
Ilustrasi literasi keuangan. (Micheile Henderson/Unsplash)
JawaPos.com - Siswa SMA sudah tergolong remaja. Gaya hidup mereka sebagai generasi muda di kota besar cukup konsumtif. Habit seperti itu jika tidak dibekali dengan literasi keuangan dengan baik, maka bisa berbahaya terhadap masa depan mereka.
Membekali generasi muda usia SMA terhadap literasi keuangan dapat dilakukan dari sekolah. Untuk itu, gurunya pun harus paham dulu bagaimana cara mengelola keuangan dengan baik dan bijak. Apalagi di Kurikulum Merdeka menempatkan literasi keuangan menjadi salah satu pembelajaran ekonomi di tingkat SMA. Kurikulum itu tidak hanya untuk dipahami secara konsep tetapi juga dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Deputi Direktur Pelaksanaan Edukasi Keuangan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Halimatus Sa’diyah mengatakan, peningkatan literasi keuangan perlu dilakukan sejak dini dan berkelanjutan. Salah satu yang berperan penting dalam memperluas jangkauan edukasi keuangan kepada generasi muda adalah guru.
"Kami berharap semakin banyak generasi muda yang memiliki pemahaman keuangan yang baik sehingga mampu mengambil keputusan finansial yang lebih bijak di masa depan," ujar Halimatus Sa’diyah di Jakarta pada Rabu (22/7).
Menurut Halimatus Sa’diyah, peran guru dalam menyampaikan materi pengelolaan keuangan menjadi semakin penting. Terlebih, Survei Nasional Literasi dan Inklusi Kuangan (SNLIK) di OJK dan Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa indeks literasi keuangan kelompok usia 15-17 tahun baru mencapai 51,68 persen. Indeks tersebut masih berada di bawah indeks literasi keuangan nasional sebesar 66,46 persen.
Kebutuhan pembelajaran literasi keuangan itu dapat melibatkan lembaga keuangan, seperti PT FWD Insurance Indonesia ("FWD Insurance"). Perusahaan asuransi itu program FWD Financial Literacy for Educators. Dalam program itu FWD membekali para guru tentang literasi keuangan dan kebiasaan finansial yang sehat kepada generasi muda.
Chief Human Resources & Marketing Officer FWD Insurance Rudy F. Manik mengatakan, pihaknya percaya bahwa guru memiliki peran penting dalam membentuk generasi yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki kemampuan dalam mengelola keuangan.
Selain itu, guru memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan keterampilan hidup generasi muda, termasuk dalam membangun pemahaman literasi keuangan sejak dini. Melalui pembelajaran di sekolah, guru tidak hanya membantu siswa memahami konsep ekonomi, tetapi juga membekali mereka dengan kemampuan mengelola keuangan secara bijak sebagai bekal menghadapi masa depan.
"Kami berupaya memperkuat kapasitas guru dengan memberikan pembekalan dengan pembelajaran keuangan yang relevan agar dapat menumbuhkan kebiasaan finansial yang sehat pada siswa," ujar Rudy.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Espanyol vs Sevilla di Liga Spanyol: Kans Los Nervionenses Curi Poin di RCDE Stadium
Prediksi Skor Marseille vs Paris FC di Liga Prancis: Kans Les Phocéens Pesta Gol di Stade Velodrome
Prediksi Skor Alaves vs Osasuna di Liga Spanyol: Duel Sengit Berpotensi Imbang di Mendizorrotza
Kecelakaan Maut! BYD M6 Diduga Error hingga Tak Bisa Direm dan Tabrak Trotoar di Jakbar
Prediksi Skor Parma vs Monza di Liga Italia: Duel Sengit Rawan Berakhir Imbang!
Prediksi Skor Malaga vs Levante: Laga Sengit yang Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Cagliari vs Lecce di Liga Italia: Duel Ketat di Sardinia Bisa Berakhir Imbang
Prediksi Skor Java United FC vs Garudayaksa: Laskar Kepodang Emas Bisa Menang Tipis
Prediksi Skor Heerenveen vs AZ Alkmaar di Liga Belanda: Kans De Kaasboeren Pesta Gol!
Dr. Iwan Aflanie, Pakar Forensik Indonesia untuk ULM yang Lebih Maju
