MASIH TRAUMA: Yuni Efnita(kanan) bersama anak-anaknya tinggal di ruang kelas SDN 05 Kayupasak, Agam, Sumatera Barat, yang menjadi tempat pengungsian (3/12). (PUTRA SUSANTO/PADANG EKSPRES)
Yuni Efnita sempat terpisah dengan sang suami dan ketiga buah hatinya ketika air deras kecoklatan menyeret apa saja di kampungnya di Agam, Sumatera Barat. Rumah, toko, mobil, motor, dan tabungannya semua lenyap. Tapi, keluarga yang selamat membuatnya kuat untuk memulai lagi.
PUTRA SUSANTO, Agam
---
YUNI Efnita berdiri di depan rumah sambil membawa sate yang baru ia beli. Seharusnya itu menjadi sore seperti biasanya: makan bersama keluarga dan waktu untuk bercengkerama.
Tapi, dari arah sungai, telinga perempuan 40 tahun itu menangkap suara berat, bergulung, seperti batu-batu besar dijatuhkan dari ketinggian.
Hujan memang mengguyur dari pagi.
”Saya tahu itu bukan suara air biasa,” kenang ibu tiga anak yang bersama keluarga tinggal di Nagari Salareh Aia, Kabupaten Agam, Sumatera Barat itu, kepada Padang Ekspres.
Tubuhnya langsung kaku. Jantungnya berdegup kencang. Detik berikutnya, pada Kamis (26/12) sore itu, ia berlari sambil berteriak memanggil ketiga anaknya. ”Lari! Ke Kampung Pinang! Cepat!”
Kampung tetangga itu berada di dataran lebih tinggi. ”Peringatan tentang potensi galodo (banjir disertai longsor, red) memang sudah beredar. Tapi, siapa yang bisa mempersiapkan hati untuk bencana sebesar itu,” kata wanita yang akrab disapa Ef itu, pada Rabu (3/12) pekan lalu.
Hanya beberapa detik setelah teriakan Ef kepada anak-anaknya itu, galodo meremukkan kampung. Gemuruh berubah menjadi hantaman. Air cokelat pekat menabrak permukiman, menyeret apa pun: papan, kayu, batu, bahkan manusia.
Ef menggenggam tangan putri sulungnya, Adelin, mencoba melawan arus. Tapi derasnya galodo tak mengenal belas kasihan. Dalam satu hentakan, pegangan itu terlepas. Upik 12 tahun itu terseret, sementara Ef terpental dan memanjat kandang sapi dengan sisa tenaga.
“Waktu itu saya hanya bisa teriak nama anak-anak,” kenangnya dengan getar di suaranya.

11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
