Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 20 Desember 2016 | 22.26 WIB

Mesty Ariotedjo, Dokter dan Model yang Peduli Layanan Kesehatan di Daerah Terpencil

TOTAL: Setiap hari kesibukan Mesty Ariotedjo tidak melulu di rumah sakit. Dia juga tampil di catwalk atau panggung konser. - Image

TOTAL: Setiap hari kesibukan Mesty Ariotedjo tidak melulu di rumah sakit. Dia juga tampil di catwalk atau panggung konser.

Lewat situs WeCare.id, Mesty Ariotedjo membantu ratusan pasien dari Sumatera hingga Papua. Bak Robin Hood, dokter cantik itu mengumpulkan donasi dari para dermawan, lalu membagikannya untuk pasien-pasien di daerah terpencil.





DINDA JUWITA, Jakarta





Sore itu seorang make-up artist sedang sibuk merias wajah ayu Mesty. ”Maaf ya, saya masih belum rapi. Baru pulang dari rumah sakit, langsung make up karena ada acara,” ujarnya begitu menyilakan Jawa Pos masuk ke apartemennya di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Minggu (18/12).



Keletihan tak bisa ditutupi riasan wajah Mesty. Bahkan, dia tampak terkantuk-kantuk. Namun, perempuan bernama lengkap Dwi Lestari Pramesti Ariotedjo itu tetap ingin menunjukkan semangatnya sebagai public figure yang selalu siap melayani wartawan maupun panggilan tugas di rumah sakit.



Sambil dirias, Mesty bercerita, pada September 2012 dirinya menjalani program internship di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). ”Di sana (Flores) mayoritas penduduk punya jaminan kesehatan, tapi fasilitas kesehatannya minim. Sehingga banyak kasus kesehatan yang tidak tertangani dengan baik,” ungkapnya.



Banyak pasien di Flores yang ditemui Mesty yang memiliki cerita pilu. Selain tidak punya biaya untuk berobat, fasilitas layanan kesehatan di sana minim. ”Ya sudah, mau bagaimana lagi? Akhirnya si pasien pun meninggal karena tidak tertangani,” ucap dokter yang kini menempuh pendidikan spesialis anak di FK Universitas Indonesia itu.



Bukan hanya di Flores, kasus semacam itu juga banyak dia temui di daerah-daerah terpencil lainnya di Indonesia. Maka, seiring berjalannya waktu, Mesty pun mencoba mencari jalan agar bisa membantu masyarakat miskin di kawasan terpencil itu.



Dia kemudian menghubungi temannya yang ahli IT, Gigih Rezki Septianto, untuk bersama-sama menginisiatori lahirnya gerakan crowdfunding (penggalangan dana dari masyarakat lewat situs internet) yang diharapkan bisa memecahkan masalah kesehatan di pelosok-pelosok tersebut.



Gagasan itu akhirnya terwujud pada Oktober 2015. Mereka membuat situs khusus untuk pengumpulan dana bagi pasien-pasien di daerah terpencil yang butuh akses pelayanan kesehatan optimal bernama WeCare.id.



Mesty memaparkan, WeCare.id bekerja sama dengan dokter-dokter di wilayah perifer untuk dihubungkan dengan para pasien yang membutuhkan layanan kesehatan tersebut. Dari situ pasien dapat memperoleh pengobatan dan fasilitas pendukung lainnya secara memadai.



Melalui WeCare.id calon donatur dapat melihat daftar dan informasi tentang pasien, memilih pasien yang ingin dibantu, lalu bisa memberikan bantuan dengan menyumbang dana mulai Rp 25.000. Seluruh transaksi donasi yang dilakukan juga ditampilkan secara transparan di situs WeCare.id. Hal itu merupakan bentuk transparansi keuangan yang diberikan WeCare.id kepada para donatur.



Mesty menegaskan, WeCare.id juga mendukung program JKN (jaminan kesehatan nasional) dari BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) yang mempermudah masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan memadai. Persoalannya, hingga saat ini masih banyak warga di daerah terpencil atau warga kurang mampu yang belum memiliki kartu JKN. Karena itu, WeCare.id siap membantu memfasilitasi warga untuk memproses kepemilikan kartu JKN serta membayarkan premi JKN pasien tidak mampu yang belum menjadi penerima bantuan iuran (PBI).



”Di awal terbentuk, WeCare.id menangani enam pasien tidak mampu. Kasusnya kecelakaan lalu lintas, bayi Caesar yang lahir prematur, diabetes melitus, tumor leher, dan lainnya. Setiap hari satu pasien tertangani. Jadi, tidak sampai enam hari seluruh pasien bisa tertangani dan terdanai. Dari situlah masyarakat mulai percaya kepada WeCare.id,” urai perempuan yang juga berprofesi model profesional tersebut.



Selain model, Mesty seorang musisi. Dia mahir memainkan beberapa alat musik seperti piano, harpa, dan flute. Mesty mengantongi gelar Merrit dari Associated Board of The Royal Schools of Music untuk permainan harpanya. Sejumlah konser dan beragam prestasi telah diraih perempuan yang mengidolakan penyanyi (alm) Chrisye tersebut.



Wajah cantiknya juga telah kerap menghiasi media sebagai seorang model dan brand ambassador untuk berbagai produk kenamaan. Nama Mesty juga sempat muncul sebagai anggota termuda dari Indonesia pada The World Economic Forum 2014.

Editor: Fim Jepe
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore