Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 21 Februari 2017 | 10.59 WIB

Telur Asin Bikinan UMKM Putat Jaya Makin Berkembang, Laris Masuk Koperasi dan Restoran karena Jaga Kualitas

PRODUK LOKAL: Umi Ningsih (kiri) bersama anggota UMKM Pujaa. Mereka menyiapkan telur asin dan botok Minggu (19/2) di acara gelar produk pertanian. - Image

PRODUK LOKAL: Umi Ningsih (kiri) bersama anggota UMKM Pujaa. Mereka menyiapkan telur asin dan botok Minggu (19/2) di acara gelar produk pertanian.


Warga yang tinggal di kawasan bekas lokalisasi Dolly terus berusaha memperbaiki citra. Salah satu caranya dengan menciptakan produk lokal. Di RT 5 Putat Jaya, warga berusaha bangkit dengan membikin produk telur asin.





DEBORA DANISA





MEJA stan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) UKM Dolly Minggu pagi itu masih kosong. Padahal, tetangga-tetangganya mulai ramai. Beberapa menit kemudian, barulah rombongan Gapoktan tersebut tiba. Mereka langsung menyusun berbagai produk andalan di atas meja.



Ada dua UKM dari Putat Jaya yang ikut gelar produk pertanian di balai kota pagi itu. Salah satunya adalah UKM Pujaa. Anggotanya berasal dari RT 5, RW 3, Kelurahan Putat Jaya. Istimewanya, pagi itu bukan hanya ibu-ibu UKM yang hadir. Ketua RT mereka pun mendampingi. Nirwono Suprihadi, sang ketua RT, membantu ibu-ibu menawarkan produk UKM. Terutama telur asin dan olahannya. Belasan wadah plastik ditumpuk, masing-masing berisi enam telur asin. Di sampingnya, ada pula botok telur asin yang dibungkus daun pisang. Satu wadah dihargai Rp 20 ribu, sedangkan botoknya dibanderol Rp 10 ribu.



UKM tersebut ternyata masih seumur jagung. ’’Baru dua bulan kami mulai,” ujar Umi Ningsih, istri Nirwono. Dia menjadi pembina UKM Pujaa. Ide menjual telur asin tersebut bersamaan dengan pergantian ketua RT pada Desember 2016.



Baru menjabat dua bulan, Nirwono serta Umi sukses membina usaha kecil di lingkungan mereka. Kuncinya ada pada pemasaran. Umi mengungkapkan, sebelumnya ada UKM di RT 5 Putat Jaya yang menggarap telur asin. Namun, usaha itu kurang berhasil. ’’Keluhan warga waktu itu terutama di marketing (pemasaran),” terang Nirwono.



Sebelum menjadi ketua RT, pria 47 tahun tersebut mengantongi banyak pengalaman kerja. Dia pernah menjadi staf marketing hingga divisi promosi perusahaan swasta. Yang jelas, pekerjaannya tak terlepas dari strategi penjualan. Karena itu, Nirwono bisa membantu pemasaran produk UKM warga.



UKM Pujaa menaungi 12 warga dari berbagai usia, bukan hanya ibu-ibu. Ada pula anak-anak muda yang ikut membantu. Masing-masing punya peran khusus. Misalnya, Umi. Meski tidak tergolong anggota, dia turun tangan dalam proses produksi. Umi bertanggung jawab dalam pembuatan botok telur asin. ’’Yang menangani tidak bisa bergantian karena ini berkaitan dengan rasa,” jelasnya. Memang, beda tangan beda pula rasanya.



Rasa dan mutu menjadi prioritas utama UKM Pujaa. Telur asin normalnya bisa tahan hingga 15 hari. Namun, tak mau ambil risiko, Nirwono dan warga menetapkan usia produk hanya 10–12 hari. Botoknya bisa tahan sekitar dua hari. Meski terbilang usaha kecil, Nirwono menyadari bahwa kualitas tetap harus dikedepankan. ’’Kalau kualitasnya bagus, konsumen juga akan percaya dan mau membeli produk kita,” papar Nirwono.



Selain mutu, UKM Pujaa tidak menutup diri dari inovasi. Suatu ketika, mereka pernah membuat telur asin dengan variasi rasa. Idenya terinspirasi dari telur asin asal Brebes. Kota penghasil utama telur asin tersebut memang punya variasi telur yang unik. Ada rasa rawon, soto, hingga kare. ’’Maunya kami bikin begitu, tapi kemarin kurang berhasil. Bumbunya tidak meresap,” jelas Umi. Akhirnya, untuk saat ini mereka berfokus pada produk telur asin orisinal dan botok.



Perubahan strategi pemasaran membawa hasil yang signifikan bagi warga. Kalau dulu produk mereka kurang laku di pasaran, kini telur asin UKM Pujaa sudah merambah banyak konsumen. Produk mereka tersedia di banyak koperasi berbagai instansi dan rumah makan. ’’Minimal omzet kami bisa Rp 500 ribu sekali produksi,” ujar Umi.



Hasil itu menjadi pijakan bagi Nirwono untuk mengajak warga mengembangkan usaha lain. ’’Saya terbuka kepada warga, mau bikin apa saja monggo, asalkan dengan perencanaan yang bagus,” tuturnya. Bukan hanya Pujaa, RT-nya kini punya enam UKM. Rencananya, jika sudah bertambah, Nirwono mengadakan bazar di lingkungannya untuk meningkatkan pendapatan warga. (*/c7/oni/sep/JPG)


Editor: Suryo Eko Prasetyo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore