
TANTANGAN: Akting Putri Marino dalam salah satu adegan film Posesif. Untuk peran ini, dia menjalani workshop intensif bersama atlet loncat indah.
JawaPos.com - Siapa Putri Marino? Kok tiba-tiba menggondol Piala Citra dari ajang Festival Film Indonesia 2017? Kategori aktris terbaik pula. Putri memang pendatang baru. Posesif adalah debutnya membintangi film. Tapi, gelar itu justru semakin membuktikan bahwa Putri tidak bisa dipandang remeh di dunia perfilman Indonesia.
---
SABTU malam (11/11) menjadi hari bersejarah bagi Putri Marino. Pada malam puncak Festival Film Indonesia yang dihelat di Manado itu, namanya diumumkan sebagai Pemeran Utama Wanita Terbaik lewat film Posesif.
Lawan main Adipati Dolken tersebut benar-benar tidak menyangka. Betapa tidak? Film itu merupakan pengalaman pertamanya berakting.
Ditambah lagi, nama-nama lain yang masuk nominasi sudah lebih lama terjun ke dunia film. Ada Dian Sastro, Adinia Wirasti, Tatjana Saphira, dan Sheryl Sheinafia. ’’Saya datang ke Manado tanpa ekspektasi apa-apa. Jadi, waktu dengar nama saya disebut Om Tio (Pakusadewo) dan Meriam Bellina, satu detik, dua detik, seperti brain freeze. Puji Tuhan,’’ ungkapnya kemarin.
Di mana Piala Citra itu diletakkan? ’’Di tempat paling privat, kamar,’’ sahutnya riang. Dengan begitu, Putri bisa selalu memandanginya sebagai pengingat akan proses untuk meraihnya. ’’Ini apresiasi besar sekaligus tanggung jawab untuk berkarya dan belajar lebih baik,’’ tutur dia.
Sebelumnya, aktris kelahiran Denpasar, 4 Agustus 1993, itu dikenal sebagai presenter program traveling My Trip My Adventure. Setahun lalu, perempuan berdarah Bali-Italia tersebut mengikuti casting untuk peran Lala dalam film Posesif garapan sutradara Edwin. Sebulan kemudian, Putri mendapat kabar bahwa dia berhasil mendapatkan peran itu.
Dunia film merupakan hal asing bagi Putri. Segalanya serbabaru. Namun, tanggung jawabnya sudah begitu menantang. Tidak hanya menjadi pemeran utama, peran yang dia mainkan pun adalah seorang atlet loncat indah. ’’Berenang atau diving, sudah terbiasa. Tapi, loncat indah, awalnya nggak familier buatku,’’ ujarnya.
Putri menjalani workshop secara intens selama sebulan. Dia berlatih dengan para atlet betulan. Bagaimana gesturnya, tekniknya, sampai harus loncat dari ketinggian 10 meter. ’’Sebagai atlet, nggak mungkin dong aku berdiri di papan menara dengan ekspresi takut. Padahal, itu di ujuuung banget, setengah kaki keluar,’’ tutur Putri.
Dia harus mengusir rasa tegang dan melakukan adegan dengan natural. Semua adegan underwater, juga loncat berdua dengan Adipati, dia lakukan sendiri. Sedangkan bagian yang supersulit seperti berputar di udara dilakukan stuntwoman atlet profesional. Meski begitu, tantangan yang dirasakan Putri bukan hanya adegan-adegan loncat indah.
’’Semuanya (tantangan). Dari awalnya nggak bisa akting sama sekali, belajar memanusiakan karakter, belajar adaptasi dengan dunia film. Pengalaman baru yang menantang diri,’’ ucap perempuan yang mengidolakan Reza Rahadian, Dian Sastro, dan Angelina Jolie itu. Beradu akting dengan Adipati yang sudah kenyang pengalaman main film sangat membantu dirinya.
Film Posesif mengisahkan hubungan asmara dua pelajar SMA yang awalnya manis, tetapi berubah jadi rasa memiliki yang berlebihan hingga melibatkan kekerasan fisik. Putri menerangkan, posesif tidak hanya dialami pasangan.
Tapi, bisa terjadi juga dalam keluarga atau lingkaran pertemanan. Banyak yang mengamuflasekan itu dengan cinta. ’’Pesannya, gimana kita bisa mengendalikan,’’ ucap Putri tentang film yang kini masih tayang di bioskop tersebut.
Setelah bermain dalam Posesif, Putri merasakan nikmatnya dunia film. ’’Rasanya bikin ketagihan. Memerankan karakter di luar diri kita, memanusiakan karakter, jadi pengin lagi, pengin lagi,’’ ucapnya antusias. Menyusul sukses Putri meraih Piala Citra, tawaran film berdatangan. Saat ini masih dipelajari. Bagi dia, semua peran menantang. Bergantung bagaimana menghidupkan peran tersebut. (*)

Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
Prediksi Skor PSG vs Arsenal di Final Liga Champions 2025/2026! Les Parisiens Unggul Tipis
11 Barang yang Secara Psikologi Jadi Pemborosan Orang Miskin tapi Tak Pernah Dibeli Orang Kaya
Prediksi Line Up PSG Menghadapi Arsenal di Final Liga Champions
Suasana di Dalam Tenda Glamping Tempat Satu Keluarga Tewas di Temanggung
Harga Pasaran 4 Pemain Lokal Ini Bikin Kaget! Meroket usai Bawa Persebaya Surabaya Finis Papan Atas
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Ramadhan Sananta, Mesin Gol Baru Era Bernardo Tavares
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
