
Sebuah video syur dengan pemeran yang disebut mirip Rebecca Klopper viral di media sosial
JawaPos.com-Beredarnya video yang mirip Rebecca Klopper di media sosial membuat Fadly Faisal selaku kekasih ikut terseret. Haji Faisal, ayahanda dari Fadly, menyatakan secara tegas enggan untuk menanggapi beredarnya video syur yang juga menyeret nama Fadly.
Faisal beralasan, video itu belum jelas apakah video asli atau hasil rekayasa. Selama belum ada kejelasan soal video dan belum ada kejelasan terkait siapa pemeran laki dan perempuan dalam video, dia enggan menanggapi substansi persoalan.
"Tanya dulu ke yang bersangkutan, dong. Nanti saya salah lagi menanggapinya. Itu nggak jelas ya. Kalau kalian sudah mendapatkan kepastian baru saya bisa komentar. Sekarang kan zaman modern banyak editan lah, banyak begini lah, banyak begitu lah," katanya kepada wartawan, Senin (22/5).
Dia pun enggan memberikan tanggapan karena khwatir akan seperti kasus yang sempat menyeretnya dalam kasus dugaan pencucian uang. Menurut ayahanda Fuji itu, sampai sekarang belum terkonfirmasi kebenarannya, tapi namanya ikut terseret dalam kasus tersebut.
Dia mengaku sudah bertanya secara langsung kepada Fadly setelah kasus video syur mirip Rebecca Klopper menjadi pembicaraan di media sosial. Kepadanya, Fadly menegaskan bahwa dirinya tidak ada sangkut pautnya dengan video itu.
Sebagai orang tua, mertua almarhumah Vanessa Angel itu mengaku percaya saja akan pengakuan Fadly. Itu karena dia merasa telah membekali sang putra dengan pendidikan yang baik.
"Dan anak saya selalu dalam pantauan saya. Saya nggak akan membiarkan anak saya hidup bebas (tanpa aturan)," tegasnya.
Lebih lanjut dia mengatakan, beredarnya video syur mirip Rebecca dan dikaitkan dengan keluarganya bisa memiliki banyak motif. Salah satunya bisa untuk menjatuhkan nama pria yang kini terjun ke dunia politik itu
"Itu bisa banyak kemungkinannya. Orang mau menjatuhkan saya, menjatuhkan keluarga saya, kan dari dulu sudah ada banyak. Saya belum bisa komentar, nggak tahu itu video editan atau gimana," katanya. (*)
