
Menteri Keuangan Sri Mulyani saat rapat kerja dengan komisi XI DPR di Gedung Nusantara I.
JawaPos.com - Pemerintah menjalin kerja sama dengan sejumlah negara dan lembaga untuk mengembangkan pendanaan infrastruktur. Konsep pendanaan ini berorientasi pada tujuan pembangunan berkelanjutan atau sustainable development goals (SDGs). Kemarin (5/10) pemerintah menandatangani kesepakatan dengan sejumlah mitra dengan dukungan mencapai USD 2,3 miliar. Jumlah tersebut setara dengan Rp 34,5 triliun.
Dana yang dikelola lewat platform bernama SDG Indonesia One itu masih bisa bertambah. Pendanaan terintegrasi tersebut berasal dari berbagai sumber. Mulai swasta, filantropi, lembaga donor, lembaga keuangan multilateral dan bilateral, perbankan, asuransi, hingga investor. Pemerintah telah menunjuk PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) untuk mengelola dana tersebut. Pendanaan itu disosialisasikan pada acara pertemuan tahunan International Monetary Fund (IMF)-World Bank di Bali pekan depan.
SDG Indonesia One berisi informasi tentang pengembangan proyek, fasilitas mitigasi risiko, pembiayaan, dan investasi. SDG Indonesia One diharapkan dapat menarik sumber dana dengan lebih mudah. Dengan begitu, pemerintah bisa mengurangi beban fiskal untuk membangun proyek-proyek infrastruktur.
Selain menggalang dana, dalam waktu dekat platform SDG Indonesia One dimanfaatkan untuk menangani masalah di daerah bencana. Misalnya, Palu, Sigi, Donggala, dan Lombok. Rekonstruksi dan rehabilitasi pascabencana termasuk dalam upaya pembangunan berkelanjutan. ''Pemerintah terus berusaha mencari cara dalam mengurangi kesenjangan kebutuhan pendanaan untuk pembangunan yang berorientasi terhadap SDGs,'' kata Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.
Li Ka Shing, pendiri CK Hutchison Holdings dan Li Ka Shing Foundation, kemarin juga mendonasikan Rp 75 miliar melalui SDG Indonesia One. Donasi itu akan diberikan kepada para korban gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah.
Ani -sapaan akrab Sri Mulyani- menjelaskan, mitra pemerintah yang berasal dari badan usaha kadang masih mengalami kendala dalam menerapkan SDGs. Karena itu, pemerintah terus memfasilitasi investasi yang bisa diikuti pihak swasta.
SDG Indonesia One bakal memberikan informasi tentang skema blended finance, yakni gabungan investasi antara pemerintah dan sektor swasta dalam membangun proyek-proyek infrastruktur. ''Platform ini akan menjadi platform kerja sama mengenai pendanaan tersebut,'' tuturnya.
Direktur Utama PT SMI Emma Sri Martini menyatakan, SDGs di Indonesia diterapkan untuk menyelesaikan berbagai masalah. Di antaranya, kemiskinan dan ketimpangan ekonomi. ''Hal ini bakal menghasilkan eksekusi penyediaan infrastruktur yang makin baik sehingga dapat mendorong pembangunan yang inklusif,'' ujarnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Profil Yudi Cahyadi, Atlet MMA yang Tantang Duel Herri Pras Usai Singgung UAS dan UAH
Profil Herri Pras yang Kritik UAS dan UAH, Pendiri PSGI yang Ditantang Duel Atlet MMA
7 Kebiasaan Masa Kecil yang Berpengaruh Pada Kesuksesan Anak di Masa Depan
Herri Pras Beberkan Kronologi Digerebek Petarung MMA: Ditendang dan Didengkul Ulu Hati
Marco Bezzecchi Tuai Kritik Usai Kesalahan di Sepang Memperburuk Peluang Juara Dunia
Kembali Lakukan Mutasi, Kapolri Suyudi Ganti 264 Pati dan Pamen Polri
Prediksi Susunan Pemain Atletico Madrid vs Bayern Munchen: Alex Baena Ingin Tim Tamu Kesulitan
Prediksi Galatasaray vs Stuttgart: Tuan Rumah Punya Modal Bagus,tetapi Tim Tamu Siap Beri Perlawanan
Prediksi Skor Jeonbuk Motors vs Johor Darul Takzim FC, Duel Ketat di AFC Champions League Elite
Usai Digeruduk Rombongan Petarung MMA, Herri Pras Sempat Dievakuasi di Polsek Gunung Putri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022