Photo
JawaPos.com - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) memperkuat bisnis menara telekomunikasi. Melalui anak perusahaannya, PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (Mitratel), BUMN itu mengakuisisi 997 tower milik Indosat Ooredoo Hutchison (IOH).
Direktur Utama Mitratel Theodorus Ardi Hartoko (Teddy) menyampaikan, penandatanganan perjanjian jual beli saham bersyarat (CSPA) tersebut kembali menambah aset dan tenant atas ekosistem menara telekomunikasi milik perusahaan. Dengan begitu, Mitratel berposisi pemilik tower telekomunikasi terbesar se-Asia Tenggara.
"Penambahan sebanyak itu menciptakan nilai tambah yang lebih besar bagi seluruh operator telekomunikasi. Dan menyokong serangkaian usaha perseroan untuk pengembangan bisnis menjadi end-to-end digital infrastructure company," paparnya Rabu (22/2).
Pada 2022, Mitratel mengakuisisi menara telekomunikasi sebanyak 6.088 unit dan 6.012 kilometer (km) fiber optic. Akuisisi tersebut merupakan usaha Mitratel untuk memantapkan posisi sebagai konsolidator infrastruktur telekomunikasi (menara dan fiber) utama di Indonesia.
Secara konsolidasi, anak usaha Telkom pada sembilan bulan pertama 2022 mencetak margin EBITDA sebesar 78,5 persen. Angka itu naik dari periode yang sama 2021 sebesar 75,7 persen. Bahkan dari segmen penyewaan menara telekomunikasi tercatat sebesar 85,2 persen.

Bocor! 3 Alasan Krusial Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Nomor Dua Jadi Kunci Utama
Viral Penonton Konser F4 di Jakarta Kena Campak Sebelumnya, Kemenkes Lakukan Pengecekan
Soal Kabar Kepala BGN Dadan Hindayana Ditangkap, Dasco: Serahkan ke Aparat Hukum
Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Kunker Luar Negeri Presiden Dikritik, Teddy Singgung Dino Patti Djalal yang hanya 3 Bulan jadi Wamenlu
Kejagung Konfirmasi Penggeledahan Kantor BGN Usai Pencopotan Dadan Hindayana
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Wariskan 39 Gol yang Sulit Dilupakan
Profil Sony Sanjaya, Eks Jenderal Polri yang Dicopot Sebagai Wakil Kepala BGN, Sempat Diterpa Isu OTT
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
