Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 30 Mei 2021 | 20.28 WIB

Indonesia Punya Kans Jadi Produsen dan Eksportir Produk Halal Terbesar

EKSPANSI PASAR: Pemerintah mendorong pelau UMKM agar produk mereka bisa menembus mancanegara. (PUGUH SUJIATMIKO/JAWA POS) - Image

EKSPANSI PASAR: Pemerintah mendorong pelau UMKM agar produk mereka bisa menembus mancanegara. (PUGUH SUJIATMIKO/JAWA POS)

KEMENTERIAN Perindustrian menyebutkan, Indonesia memiliki modal kuat di sektor ekonomi syariah, khususnya industri halal. Kekuatan Indonesia antara lain sebagai negara dengan populasi warga muslim terbesar di dunia, sebanyak 229 juta jiwa atau mencapai 87,2 persen dari total 276,3 juta jiwa penduduk.

Jumlah tersebut adalah 12,7 persen dari total populasi muslim dunia. Dengan sumber daya seperti itu, Indonesia memiliki peluang sebagai produsen dan eksportir produk halal terbesar di dunia. ”Kita juga memiliki beragam sumber daya yang bisa dimanfaatkan untuk menggenjot ekspor produk halal ke pasar mancanegara. Khususnya untuk industri makanan, minuman, dan fesyen (fashion) muslim,” ujar Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Gati Wibawaningsih.

Berdasar laporan The State of Global Islamic Economy 2020/2021, Indonesia menduduki peringkat ke-4 dalam Indikator Ekonomi Islam Global 2020/2021. Naik satu peringkat dibanding 2019/2020. Sedangkan pada 2018/2019 berada di peringkat ke-10. ”Ini menunjukkan kemajuan pesat dari perkembangan ekonomi syariah dan industri halal di Indonesia, meskipun dalam tekanan dampak pandemi Covid-19,” ungkap Gati.

Photo

SEBELUM PANDEMI: Sejumlah pengunjung menghadiri pameran edukasi dan perbankan syariah di Surabaya pada 2019. (DIPTA WAHYU/JAWA POS)

Bicara soal potensi pasar domestik, Indonesia menempati peringkat ke-1 sebagai negara pasar konsumen makanan halal dunia. Makanan halal menjadi salah satu pilar penting di jajaran produk industri halal secara keseluruhan. Indonesia mencatatkan jumlah konsumsi sebesar USD 144 miliar dari total konsumsi makanan halal global USD 1,17 triliun.

”Selain itu, Indonesia menduduki peringkat kedua sebagai negara pasar konsumen kosmetika halal. Jumlah konsumsinya senilai USD 4 miliar dari total konsumsi farmasi global sebesar 66 miliar dolar,” kata Gati.

Guna merebut berbagai peluang tersebut, Kemenperin telah memiliki berbagai program dan kegiatan strategis agar para pelaku industri kecil dan menengah (IKM) dapat mendukung perkembangan industri halal. Di antaranya melalui sosialisasi sistem jaminan halal sebagai implementasi Undang-Undang Nomor 33 tentang Jaminan Produk Halal. Kemudian pelatihan dan sertifikasi kompetensi penyelia halal serta sosialisasi sertifikasi halal bagi IKM.

Demi mendukung pertumbuhan industri halal, Kemenperin juga terus mengakselerasi pengembangan kawasan industri halal (KIH) di tanah air. Pasalnya, industri produk halal sangat besar. Indonesia juga ditargetkan menjadi pusat produksi produk-produk halal di dunia. ”Percepatan pembangunan kawasan industri halal perlu segera dilakukan,” tuturnya.

Photo

KREATIF: Desainer Rosie Rahmadi (kanan) memaerkan hasil rancangannya bulan lalu di Bekasi (Rosie Rahmadi for Jawa Pos)

Ini, lanjut Gati, ditempuh lewat beberapa instrumen insentif. ”Selain itu, kami mengusulkan KIH ditetapkan statusnya sebagai kawasan ekonomi khusus (KEK) industri berbasis halal,” ujar Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita.

Investasi tersebut, ujar Menperin, dapat berupa pembiayaan untuk calon tenant. Termasuk pembiayaan sertifikat halal bagi IKM. ”Kita juga bekerja sama dengan Uni Emirat Arab dan menyampaikan kepada mereka bahwa saat ini Indonesia telah memiliki tiga KIH sehingga perusahaan dari sana dapat segera berinvestasi,” tambah Agus.

Adapun tiga KIH yang dikembangkan salah satunya adalah KIH Cikande di Banten. Dua lainnya Safe n Lock Halal Industrial Park di Sidoarjo yang berada di Jawa Timur serta KIH Bintan Inti Halal Hub.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore