Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 28 Mei 2021 | 02.55 WIB

Percepat Pemulihan Ekonomi, Kementerian Investasi Dukung Bisnis R&D

Menteri Investasi Bahlil Lahadalia bersama Kajati Banten Asep Nana Mulyana dalam sebuah pertemuan di Jakarta, Rabu (19/5). (Istimewa) - Image

Menteri Investasi Bahlil Lahadalia bersama Kajati Banten Asep Nana Mulyana dalam sebuah pertemuan di Jakarta, Rabu (19/5). (Istimewa)

JawaPos.com - Investasi menjadi tulang punggung untuk mempercepat pemulihan ekonomi di tengah tekanan defisit fiskal. Dalam kajian bersama Asian Development Bank (ADB) atau Bank Pembangunan Asia bertajuk Innovate Indonesia, kemampuan adopsi teknologi dan inovasi disebut berpotensi meningkatkan 0,55 persen pertumbuhan ekonomi per tahun selama dua dekade ke depan.

Kementerian Investasi saat ini tengah menyiapkan sejumlah strategi untuk mendongkrak investasi di sektor ini. Deputi Deregulasi Penanaman Modal BKPM Yuliot menekankan, aspek penelitian dan pengembangan akan menjadi fokus utama kementerian.

"Ke depan, research and development dalam peningkatan nilai tambah penanaman modal dalam negeri termasuk fokus Kementerian Investasi. Setiap sektor nanti akan didorong ada inovasi dalam rangka pendalaman sektor penanaman modal," ujarnya dalam keterangannya, Kamis (27/5).

Lebih jauh, Yuliot menambahkan, pihaknya juga telah menyiapkan sejumlah stimulus fiskal bagi para investor yang menanamkan modal di bidang inovasi dan teknologi. "Stimulus kami siapkan dalam bentuk tax holiday dan super deduction tax. Melalui stimulus ini, kewajiban pajak investor bisa berkurang sampai 200 persen," tuturnya.

Sebelumnya, Menteri Investasi Bahlil Lahadalia memastikan pihaknya akan memberikan karpet merah bagi para investor di sektor ini. Kementerian yang dipimpinnya dipastikan tak akan menghambat masuknya investasi di sektor ini.

"Silakan investor datang saja bawa teknologi, bawa modal dan sebagian pasar. Biarlah izin nanti negara yang akan bantu. Pengusaha yang serius melakukan investasi dan realisasi, pasti kita akan dorong," ungkap Bahlil.

Bahlil juga optimistis pertumbuhan investasi akan menjadi salah satu penopang pertumbuhan ekonomi tahun ini. Alasannya terkait kontribusi investasi yang bisa mencapai 30-35 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional.

Sementara, Peneliti Center for Indonesia Policy Studies (CIPS) Pingkan Audrine sepakat impelementasi inovasi dan teknologi punya peran buat mendongkrak pertumbuhan ekonomi nasional.

"Pemanfaatan teknologi sangat dimungkinkan untuk menambah pertumbuhan ekonomi. Utamanya karena dari segi produksi dan manufaktur tentu akan mempermudah dan mempercepat produksi barang dalam jumlah besar dan cepat. Ini sangat berpeluang menarik investasi baik dalam maupun luar negeri, meski harus dipastikan kejelasan regulasi agar investor merasa yakin menanamkan modalnya," jelasnya.

Beberapa produk di sektor inovasi yang dinilai memiliki prospek yang bagus, di antaranya, mobil listrik, baterai mobil listrik, serta produk inovatif yang memiliki dampak risiko yang lebih rendah.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore