
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa usai menyampaikan tanggapan pemerintah pada Rapat Paripurna ke-3 Masa Persidangan I Tahun Sidang 2026-2027 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (27/8/2026). (Salman Toyibi/Jawa Pos)
JawaPos.com - Pemerintah memastikan tidak akan menggunakan sistem pengampuan pajak atau Tax Amnesty untuk mengerek penerimaan pajak.
Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa, memastikan sampai dengan saat ini pemerintah belum berencana untuk kembali melakukan kebijakan Tax Amnesty bagi wajib pajak.
“Saya kan pernah bilang selama saya jadi Menteri Keuangan, nggak ada tax amnesty. Sampai sekarang nggak ada rencana tax amnesty,” ujar Purbaya dalam diskusi INDEF, Jakarta, Kamis (3/9).
Baca Juga:Jika Kamu Ingin Mencegah Usainya Hubunganmu dengan Pasangan, Lakukan 7 Cara Ini Menurut Psikologi
Purbaya mengatakan, penerapan tax amnesty justru dapat menimbulkan risiko bagi pegawai pajak. Sebab, wajib pajak yang telah mengikuti pengampunan pajak masih dapat diperiksa beberapa tahun kemudian ketika pemerintah menemukan data perpajakan yang belum jelas.
“Karena itu kan setelah beberapa tahun masih bisa diperiksa. Beberapa tahun kemudian diperiksa orang-orang pajak dengan data yang masih nggak terlalu jelas, orang saya dipanggil, ada yang dimasukin ditahan juga,” ujarnya.
Ia mengatakan, pemerintah lebih memilih membenahi sistem pengumpulan pajak untuk meningkatkan penerimaan negara. Ia menilai perbaikan penarikan pajak atau tax collection menjadi langkah yang lebih tepat dibandingkan kembali menerapkan tax amnesty.
“Jadi saya pikir kalau begitu caranya ya risiko di orang pajak lebih baik, nggak usah tax amnesty, kita rapikan aja tax collection-nya, kita lihat ke depan aja,” ucapnya.
Lanjutnya, untuk memaksimalkan penerimaan negara pemerintah melakukan perombakan terhadap sejumlah pejabat pajak, mulai dari eselon II, eselon III, hingga eselon IV, setelah mengidentifikasi pejabat yang dinilai memiliki kinerja kurang baik.
”Jadi untuk pajak, kan masyarakat sudah tahu sering bocor sana-sini. Saya periksa lah kira-kira pejabat mana yang sering mengalami, mengerjakan hal-hal yang negatif. Saya reorganize hampir semua orang pajak eselon 2, eselon 3, eselon 4,” ungkapnya.
Purbaya mengatakan, perombakan dilakukan dengan memindahkan pegawai yang dinilai kurang baik ke daerah. Sebaliknya, pegawai yang dinilai memiliki kinerja baik ditempatkan di kantor pusat atau kantor pajak dengan potensi pengumpulan pajak yang besar.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Al-Hilal vs Al Ahli di Liga Arab Saudi: The Blue Waves Amankan 3 Poin di Kandang!
Foto Terakhir Kebersamaan Anthony Xie dengan Audi Marissa Usai Digugat Cerai
Prediksi Skor Udinese vs Venezia di Coppa Italia: Sang Zebra Kecil Berpeluang Menang di Friuli!
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Kasus Penipuan Rp 3,5 Miliar Dihentikan Usai Ruben Onsu Berdamai dengan Pelapor
Profil Matheus Lagoa! Legenda dan Kapten Anapolis, Puzzle Terakhir Persebaya Surabaya
Prediksi Skor West Ham vs Wolverhampton, Kemenangan Perdana atau Lanjutkan Tren Positif
Obligasi Danantara: Dana Murah Pembangunan yang Rentan TPPU?
Breaking News! Persebaya Surabaya Rekrut Kapten Anapolis FC Matheus Lagoa
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
