
Ilustrasi kapal tanker di perairan Selat Hormuz. (AP Photo/Kamran Jebreili)
JawaPos.com - Harga minyak mentah dunia kembali fluktuatif pada perdagangan Kamis (3/9) pagi, ditengah meningkatnya serangan militer antara Amerika Serikat (AS) dan Iran yang memicu kekhawatiran terhadap pasokan minyak global. Melansir Investing pada pukul 08:40 WIB, kontrak berjangka minyak mentah Brent naik 0,22 poin ke level 95,57 dollar per barel.
Direktur Liquidity Energy, Mark Schaefer, mengatakan serangan terbaru menunjukkan eskalasi signifikan setelah sekitar satu bulan situasi yang relatif tenang.
“Serangan terbaru menandai eskalasi signifikan setelah sekitar satu bulan relatif tenang, dengan AS menargetkan radar dan kemampuan peletakan ranjau Iran, sementara Iran melakukan serangan balasan terhadap posisi AS di seluruh kawasan,” tulis Schaefer dilansir Reuters, Kamis (3/9).
Ia mengatakan bahwa perhatian pasar saat ini tertuju terhadap adanya potensi gangguan arus fisik di kawasan tersebut.
“Kekhawatiran utama bagi pasar minyak adalah apakah pertempuran yang kembali terjadi akan menyebabkan penurunan lebih lanjut dalam arus fisik melalui kawasan tersebut,” ujarnya.
Senior Vice President of Trading di BOK Financial, Dennis Kissler mengatakan peningkatan konflik memang berpotensi memperlambat lalu lintas melalui Selat Hormuz dalam jangka pendek. Namun, pasar mulai memperhitungkan bahwa pasokan minyak dari jalur alternatif masih dapat masuk ke pasar.
“Meski peningkatan konflik akan memperlambat transit melalui Selat Hormuz dalam jangka pendek, pasar telah menyerap fakta bahwa pasokan minyak dari jalur alternatif masih dapat mencapai pasar pada akhirnya,” kata Kissler.
Irak juga meningkatkan ekspor minyak pada Agustus. Pengiriman minyak Irak diperkirakan kembali meningkat pada September seiring margin keuntungan yang besar dan persetujuan Iran bagi kapal tanker Irak untuk melintasi Selat Hormuz mendorong minat pembeli.
Di sisi lain, Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak dan sekutunya (OPEC+) diperkirakan mempertahankan kebijakan produksi minyak untuk Oktober dalam pertemuan pada Minggu mendatang.
Tiga sumber yang mengetahui masalah tersebut mengatakan OPEC+ kemungkinan tidak mengubah kebijakan produksinya. Kelompok produsen minyak tersebut saat ini menyelesaikan pengurangan salah satu lapisan pemangkasan produksi dan mulai mengalihkan perhatian pada negosiasi kuota produksi untuk 2027.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Kecelakaan Maut! BYD M6 Diduga Error hingga Tak Bisa Direm dan Tabrak Trotoar di Jakbar
Viral Pernyataan Pribadi Deputi Bakom soal Antek Asing di Balik Erupsi 6 Gunung Api di Indonesia
Prediksi Skor Bournemouth vs Lincoln City di Carabao Cup: The Cherries Menang Lewat Adu Penalti
Kronologi Kecelakaan Maut BYD M6 di Kembangan Jakbar, Ibu dan Anak Meninggal di TKP
Suami Endah Fitrianingsih Sakit Hati ke Malik Bawazier Atas Kasus Perzinaan
Prediksi Skor Fenerbahce vs Roma di Liga Champions: Duel Seru Berpotensi Seri
Kasus Keracunan MBG Berastagi Sisakan Masalah Serius, Siswa Alami Gangguan Saraf hingga Jantung
Prediksi Skor Sporting Lisbon vs Galatasaray di Liga Champions: Leões Sikat Tim Tamu di Kandang
Prediksi Skor Crystal Palace vs Middlesbrough di Carabao Cup: The Boro Siap Permalukan Tuan Rumah
Polisi Sebut Human Error Dibalik Kecelakaan Maut BYD M6 yang Tewaskan Sekeluarga di Kembangan Jakbar
