
Sugi Wahyuni, pemilik usaha mikro Olahan Terasi Kumbe asal Kampung Kumbe, Distrik Malind, Kabupaten Merauke, Papua Selatan. (Istimewa)
JawaPos.com – Menjaga tradisi kuliner lokal sekaligus menopang ekonomi keluarga bukanlah perjalanan yang mudah, terutama ketika usaha sangat bergantung pada kondisi alam dan ketersediaan bahan baku. Namun, hal tersebut terus dijalani Sugi Wahyuni, pemilik usaha mikro Olahan Terasi Kumbe asal Kampung Kumbe, Distrik Malind, Kabupaten Merauke, Papua Selatan.
Berangkat dari usaha warisan yang terus dipertahankan, Sugi berupaya menjaga cita rasa khas Terasi Kumbe sekaligus memastikan usahanya tetap berkembang dan memberikan manfaat bagi keluarga. Dalam perjalanan tersebut, BRI hadir melalui dukungan permodalan yang membantu menjaga keberlangsungan usaha sekaligus memperkuat kapasitas bisnisnya.
Sugi bercerita, usaha Terasi Kumbe ini merupakan warisan turun-temurun yang dirintis oleh bapak mertuanya sejak tahun 1992. Kini, dari seluruh anggota keluarga besar, Sugi dan keluarganyalah yang memegang tongkat estafet untuk terus memproduksi kuliner khas Merauke ini.
Kekuatan utama Terasi Kumbe terletak pada komitmennya terhadap keaslian bahan baku. "Terasi asli Kumbe itu tidak ada bahan campuran lain. Cuma udang rebon, udang halus, sama garam saja," ungkap Sugi.
Tanpa bahan pewarna maupun pengawet buatan, produk ini sepenuhnya mengandalkan garam sebagai pengawet alami. Cita rasa yang murni dan alami inilah yang membuat Terasi Kumbe dicintai pelanggan. Produknya kini tidak hanya berputar di Merauke, tetapi juga kerap dibawa oleh pelanggan hingga ke Tanah Merah, Boven, Makassar, bahkan ke Pulau Jawa.
Baca Juga:Konsisten Jadi Penggerak Ekonomi Kerakyatan, BRI Bukukan Laba Rp31,2 Triliun pada Triwulan II 2026
Meski demikian, Sugi menyebut bahwa memproduksi terasi alami memiliki tantangan tersendiri. Berbeda dengan bahan baku industri seperti tepung yang selalu tersedia di toko, udang rebon sangat bergantung pada musim dan kondisi alam.
Dalam setahun, udang rebon hanya keluar beberapa kali dan dalam hitungan minggu. Oleh karena itu, Sugi harus bergerak cepat memanfaatkan momen musiman tersebut dengan membeli udang rebon dalam jumlah besar sebagai stok.
Dengan tantangan dinamis tersebut, peran nyata BRI mulai dirasakan sejak tahun 2017. Pertemuan Sugi dengan Mbak Aida, seorang Mantri BRI, menjadi titik balik penting dirinya mendapatkan akses permodalan yang sangat dibutuhkannya untuk mengamankan stok bahan baku saat musim udang tiba.
"Alhamdulillah bisa berjalan baik. Ibaratnya kan sudah ditolong," kata Sugi mengekspresikan rasa syukurnya atas dukungan finansial yang diterimanya.
Tidak hanya membantu kelancaran operasional harian, dukungan pembiayaan dari BRI juga membantu Sugi memperkuat ketahanan usahanya melalui penambahan aset produktif. Sebagian pinjaman dimanfaatkan untuk membeli sebidang tanah yang telah ditanami sirih agar aset tersebut tetap dapat mendukung keberlanjutan usaha ke depan.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Fulham vs Hull City: The Tigers Berpeluang Menang Tipis di Craven Cottage
Prediksi Skor Garudayaksa vs Arema FC: Produktivitas Singo Edan Jadi Ancaman Bagi Tuan Rumah
Prediksi Skor Lille vs Brest di Liga Prancis: Verdonk Starter, Les Dogues Berjaya di Pierre Mauroy
Prediksi Susunan Pemain Real Betis vs Barcelona: Yamal dan Adeyemi Jadi Andalan
Prediksi Skor Hamburger SV vs Stuttgart: Die Roten Siap Pesta Gol di Volksparkstadion
Prediksi Skor Espanyol vs Atletico Madrid di Liga Spanyol: Los Rojiblancos Pertahankan Laju Positif
Prediksi Skor PSGC Ciamis vs PSIS Semarang di Pegadaian Championship: Tuan Rumah Hadapi Ujian Berat
Prediksi Susunan Pemain AS Roma vs Genoa: Santiago Castro Siap Jadi Andalan
Prediksi Skor Semen Padang vs PSMS di Championship: Kabau Sirah Bidik Kemenangan Kandang Perdana
Prediksi RANS Nusantara vs Persela Lamongan: Laskar Joko Tingkir Berburu Kemenangan di Malang

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022