
Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Perum BULOG dengan Padi dan Beras Borneo Sdn. Bhd., perusahaan asal Malaysia, terkait rencana ekspor beras premium komersial dari Indonesia ke Malaysia. (Istimewa).
JawaPos.com — Jelang peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Indonesia
kembali mencatatkan momentum penting di sektor pangan.
Menteri Pertanian Republik Indonesia menyaksikan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Perum BULOG dengan Padi dan Beras Borneo Sdn. Bhd., perusahaan asal Malaysia, terkait rencana ekspor beras premium komersial dari Indonesia ke Malaysia.
Penandatanganan MoU ini menjadi momentum istimewa sekaligus persembahan terindah menjelang perayaan Kemerdekaan Indonesia ke-81. Di tengah semangat kemerdekaan, Indonesia menunjukkan bahwa kemandirian pangan yang semakin kuat membuka ruang bagi bangsa untuk tidak hanya memenuhi kebutuhan dalam negeri, tetapi juga mulai berkontribusi dalam perdagangan pangan di tingkat regional.
Saat ini, Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang dikelola BULOG mencapai sekitar 5,2 juta ton. Kekuatan stok tersebut menjadi salah satu indikator semakin kuatnya kondisi perberasan nasional, sehingga Indonesia memiliki kapasitas untuk menjaga kebutuhan pangan masyarakat sekaligus mengembangkan peluang ekspor beras premium komersial.
Dalam rencana kerja sama tersebut, pengiriman tahap awal beras premium komersial ke Malaysia akan dilakukan sebanyak 1.000 ton, dengan potensi volume perdagangan mencapai hingga 200.000 ton per tahun.
Menteri Pertanian Republik Indonesia Andi Amran Sulaiman mengatakan, penandatanganan MoU ekspor beras tersebut merupakan momentum yang membanggakan karena berlangsung menjelang peringatan Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81.
“Ini menjadi persembahan yang sangat indah menjelang Hari Kemerdekaan Indonesia. Dulu kita selalu berbicara tentang bagaimana memenuhi kebutuhan pangan dalam negeri. Hari ini, ketika stok kita kuat mencapai sekitar 5,2 juta ton, kita mulai berbicara tentang ekspor. Ini menunjukkan bahwa Indonesia semakin kuat dan semakin percaya diri,” ujar Menteri Pertanian.
Menurutnya, kekuatan cadangan beras pemerintah menjadi fondasi penting dalam menjaga ketahanan pangan nasional. Dengan kondisi stok yang aman, Indonesia memiliki ruang untuk mengembangkan perdagangan beras ke pasar internasional tanpa mengabaikan kebutuhan masyarakat di dalam negeri.
“Ekspor bukan berarti kita mengurangi perhatian terhadap kebutuhan rakyat. Justru ekspor dilakukan karena kondisi kita sudah aman. Prioritas utama tetap kebutuhan dalam negeri. Ketika kebutuhan dalam negeri aman dan stok kuat, kita bisa mulai melihat peluang pasar di luar negeri,” katanya.
Direktur Utama Perum BULOG Letnan Jenderal TNI (Purn) Dr. Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos., S.H., M.Han. mengatakan, penandatanganan MoU dengan Padi dan Beras Borneo Sdn. Bhd. menjadi momentum penting bagi BULOG dalam memperkuat peran komersial sekaligus memperluas pasar beras premium Indonesia.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Malaysia vs Vietnam: Superkomputer Jagokan The Golden Star Warriors
Soal Penolakan Pembangunan Gereja di Citraland, Wali Kota Eri: Tidak Sesuai Site Plan
Prediksi Skor Singapura vs Thailand: Ilhan Fandi Jadi Ancaman, Tuan Rumah Bisa Bikin Kejutan
Persebaya Surabaya Siapkan Penyerang Pengganti Alex Martins di Super League
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor Sabah FC vs Persib Bandung: Pangeran Biru Bidik Puncak Dewata Challenge Series 2026
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Kasus Penjahit Rasis Bali Kembali Diperbincangkan, Diduga Ada Intimidasi Saat Audiensi
