Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 14 Agustus 2026 | 15.25 WIB

Bukan Cuma AI, Transformasi Digital Juga Menyasar Bisnis Agrikultur Tradisional

Ilustrasi agrikultur tradisional. (Istimewa) - Image

Ilustrasi agrikultur tradisional. (Istimewa)

JawaPos.com - Transformasi digital kini tidak hanya menyentuh industri teknologi dan startup. Sektor agrikultur yang selama ini identik dengan proses konvensional juga mulai beradaptasi dengan teknologi untuk menghadapi perubahan perilaku konsumen dan kebutuhan bisnis.

Hal itu dilakukan pengusaha Bryan Budiman setelah memutuskan kembali ke Indonesia dan mengembangkan bisnis agrikultur serta pangan keluarganya di Yogyakarta. Berbekal pendidikan Industrial Design dan Entrepreneurship di University of Washington, Seattle, serta pengalaman di The Walt Disney Company dan berbagai proyek bisnis, Bryan membawa pendekatan baru ke bisnis keluarga.

“Saya mempelajari Industrial Design dan Entrepreneurship di University of Washington, Seattle, kemudian mendapatkan pengalaman di The Walt Disney Company dan berbagai proyek bisnis. Namun, pada akhirnya saya memilih pulang ke Indonesia. Saya ingin membawa cara berpikir dan pengalaman yang saya dapatkan di Amerika untuk diterapkan pada bisnis keluarga saya di sektor agrikultur dan pangan,” kata Bryan dalam keterangannya.

Bryan pertama kali kembali ke Indonesia pada 2020 untuk membantu bisnis keluarga yang terdampak pandemi. Setelah menyelesaikan studinya di Amerika, ia kemudian pulang ke Yogyakarta pada 2023 dan mulai mengembangkan bisnis tersebut secara penuh.

Menurutnya, tantangan bisnis keluarga bukan sekadar meningkatkan penjualan, tetapi membuat bisnis yang telah berjalan secara tradisional tetap relevan ketika teknologi, konsumen, dan cara kerja berubah.

“Jawabannya saya temukan dalam pendekatan Business Design. Saya melihat desain bukan sekadar tentang logo, kemasan, atau bagaimana membuat sesuatu terlihat lebih menarik. Desain adalah cara berpikir untuk memahami manusia, menemukan masalah yang sebenarnya, lalu merancang produk, pengalaman, dan sistem yang dapat memberikan solusi. Karena itu, bagi saya, desain juga bisa menjadi cara untuk membangun dan mengembangkan sebuah bisnis,” imbuhnya.

Pendekatan tersebut diterapkan melalui ALEEZA Group yang dibangun Bryan pada 2023 untuk mengembangkan dua bisnis keluarganya, MAX Indonesia dan Podo Joyo. Transformasi dilakukan dari berbagai sisi, mulai dari komunikasi dengan pelanggan, penyampaian informasi produk, penerimaan pesanan, hingga pemanfaatan data dan teknologi dalam operasional.

Proses yang sebelumnya banyak berjalan secara tradisional mulai terintegrasi dengan teknologi, termasuk dari penerimaan pesanan hingga pengiriman. ALEEZA pun mencatat pertumbuhan revenue sekitar tiga kali lipat dibandingkan 2023, sementara lebih dari 70 persen pelanggan melakukan pembelian kembali dalam periode tiga tahun.

Pada bisnis MAX, Bryan juga mencoba mengubah cara produk agrikultur diperkenalkan kepada pasar dengan menggabungkan edukasi dan pendekatan branding yang lebih modern.

Editor: Estu Suryowati
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore