Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 15 Juni 2026 | 03.10 WIB

RAPBN 2027 Harus Jadi Instrumen Transformasi Ekonomi, Bukan Sekadar Belanja Rutin

ILUSTRASI: Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (kiri) didampingi Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara (kanan) bersiap memberikan paparan konferensi pers APBN KiTa di Jakarta, Jumat (5/6/2026). (Salman Toyibi/Jawa Pos) - Image

ILUSTRASI: Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (kiri) didampingi Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara (kanan) bersiap memberikan paparan konferensi pers APBN KiTa di Jakarta, Jumat (5/6/2026). (Salman Toyibi/Jawa Pos)

JawaPos.com - Institute for Development of Economic and Finance (INDEF), meminta pemerintah agar Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027 difokuskan untuk menjaga daya beli masyarakat dan instrumen tranformasi pertumbuhan yang berkualitas.

Kepala Pusat Makroekonomi dan keuangan INDEF, Rizal Taufikurahman, mengatakan RAPBN 2027 harus diarahkan untuk menjaga daya beli masyarakat melalui stabilitas harga dan program tepat sasaran.

Ia meminta pemerintah untuk menjaga siklus pertumbuhan ekonomi yang stabil melalui stabilitas harga, bantuan yang tepat sasaran, serta penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dan lapangan kerja.

“Jadi siklus pertumbuhan yang stabil inilah yang harus dijaga oleh pemerintah dan stabilitas harga, bantuan tepat sasaran dan juga penguatan UMKM dan lapangan kerja. itu tentu RAPBN 2027 juga harus menjadikan sebagai instrumen belanja untuk transformasi ekonomi,” ujar Rizal dalam diskusi virtual, Minggu (14/6).

Rizal menegaskan RAPBN 2027 juga harus berfungsi sebagai instrumen transformasi ekonomi melalui penguatan ketahanan nasional, hilirisasi industri, investasi masa depan, serta pembangunan sumber daya manusia (SDM).

“RAPBN 2027 juga harus dijadikan sebagai instrumen belanja untuk transformasi ekonomi. Bagaimana ketahanan nasional dan hilirisasi terus didorong, investasi masa depan dan SDM, termasuk juga di situ APBN tidak hanya sekedar belanja rutin tapi alat pendorong pertumbuhan struktur ekonomi yang selama ini justru menjadi bottleneck,” ucapnya.

Lanjutnya, terdapat tiga agenda utama yang perlu menjadi perhatian dalam RAPBN 2027. Agenda pertama dalah menjaga stabilitas fiskal dengan memastikan agar defisit fiskal dan utang tetap terkendali.

Kemudian, agenda kedua adalah dengan memperkuat pertumbuhan ekonomi nasional melalui sinergi yang seimbang antara konsumsi domestik, investasi, dan ekspor.

“Bagaimana memperkuat sinergi antara konsumsi, investasi, dan ekspor secara berimbang satu sama lain. Saling memberikan dorongan terhadap perbaikan tidak hanya dari pertumbuhannya tapi juga produktivitasnya,” ungkapnya.

Sementara agenda ketiga adalah mempercepat transformasi struktural melalui industrialisasi, peningkatan produktivitas, dan penciptaan lapangan kerja yang tidak hanya memperhatikan jumlah, tetapi juga kualitas pekerjaan yang tercipta.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore