
Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto (Nurul F/JawaPos.com)
Meski begitu, Airlangga memastikan bahwa program anggaran prioritas Presiden Prabowo Subianto, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih tidak akan dipotong.
"(Anggaran) program unggulan tidak ada dipotong karena itu investasi jangka panjang," kata Airlangga di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta Pusat, Senin (16/3).
Lebih lanjut, Airlangga menyampaikan pemangkasan anggaran K/L menjadi salah satu upaya agar pemerintah tetap bisa bertahan di tengah tekanan kondisi global. Terlebih, ia memandang bahwa durasi perang akan menjadi faktor penentu kebijakan fiskal pemerintah ke depan.
Meski begitu, Airlangga memastikan bahwa maksimum defisit APBN masih didesain maksimal 3 persen. Hal ini lantaran dinamika global belum terjadi mencapai kurun waktu 5 bulan.
"Karena kita masih di bulan-bulan awal, perang baru dua minggu, kita belum tahu apakah empat minggu, apakah lima minggu, itu menggunakan skenario pemotongan anggaran. Jadi selama perangnya masih belum mencapai dalam tanda petik lima bulan, kita masih skenario pemotongan anggaran dan kita masih menggunakan maksimum defisit 3 persen," jelasnya.
Lebih lanjut, Airlangga juga menyampaikan di tengah meningkatnya ketidakpastian global akibat memanasnya konflik geopolitik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran, sejumlah indikator menunjukkan bahwa fundamental ekonomi Indonesia tetap terjaga dengan baik, didukung oleh permintaan domestik yang kuat, stabilitas sektor eksternal, serta koordinasi kebijakan fiskal dan moneter yang solid.
“Jadi mungkin kami tegaskan kembali walau situasi perang Amerika-Israel sama Iran itu masih berjalan lebih dari 2 minggu, namun kalau kita lihat transmisi ke Indonesia itu dalam bentuk harga-harga minyak, harga gas, dan nanti ikutannya harga-harga komoditas. Walaupun dalam situasi krisis perang, secara makro kita tetap kuat dan solid,” bebernya.
Sementara itu, usai Rapat Koordinasi Terbatas dengan Menko Airlangga dan jajaran menteri ekonomi Prabowo, Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana menyampaikan bahwa tidak ada pemangkasan anggaran terkait dengan program MBG.
Dadan memastikan bahwa hingga saat ini anggaran MBG masih sesuai dengan yang tertuang dalam Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2026, yakni sebesar Rp 335 triliun.
“Kita masih tetap dengan (anggaran) yang ada, terutama yang sudah ditetapkan dengan APBN 2026,” ujar Dadan.

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
