
Layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (14/5/2025). IHSG ditutup menguat pada akhir perdagangan Rabu (14/5/2025). (Salman Toyibi/Jawa Pos)
JawaPos.com — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami koreksi tajam hingga menembus 8 persen pada perdagangan hari ini dan memicu mekanisme trading halt di Bursa Efek Indonesia. Pelemahan tersebut terjadi di tengah meningkatnya volatilitas pasar global serta sentimen kehati-hatian investor terhadap pasar saham Indonesia seiring dengan statement MSCI.
“Beberapa catatan dari MSCI belakangan, terutama terkait transparansi pasar saham Indonesia ini perlu dilihat secara konstruktif. Koreksi pasar saat ini seharusnya menjadi momentum bagi seluruh pemangku kepentingan untuk melakukan perbaikan struktur pasar saham Indonesia secara lebih serius,” ujarnya.
Kedepan kita harus memberikan good governance di pasar saham, sehingga harga saham bisa mencerminkan fundamental yang ada, dan kondisi win-win untuk seluruh pelaku pasar harus diutamakan. Kondisi yang baik bisa meningkatkan posisi kita dalam emerging market, jangan sampai dikarenakan governance yang kurang rapi, kita diturunkan ke status frontier market, ujar Fakhrul.
Menurutnya, pasar saham yang sehat tidak hanya ditopang oleh kinerja indeks, tetapi oleh kualitas tata kelola dan kepercayaan investor.
“Pasar saham yang baik adalah pasar yang transparan, kredibel, dan memberikan perlindungan yang kuat bagi investor, khususnya investor minoritas. Kepercayaan jangka panjang dibangun dari governance yang baik, keterbukaan informasi, serta perlakuan yang adil bagi seluruh pelaku pasar,” jelas Fakhrul. Semua investor, baik local ataupun asing harus merasakan fairness dalam pasar saham.
Terkait penerapan trading halt oleh Bursa Efek Indonesia, Fakhrul menilai langkah tersebut sudah tepat untuk meredam kepanikan pasar.
“Mekanisme trading halt merupakan instrumen penting untuk menjaga stabilitas dan mencegah reaksi berlebihan di tengah pergerakan ekstrem. Ini memberi ruang bagi pasar untuk mencerna informasi secara lebih rasional,” katanya.
Ia menekankan pentingnya koordinasi berkelanjutan antara bursa dan otoritas terkait. “Ke depan, fokus tidak hanya pada stabilisasi jangka pendek, tetapi juga pada penguatan struktur pasar, peningkatan transparansi, serta perlindungan investor agar pasar saham Indonesia semakin kredibel dan berdaya saing di tingkat global,” tutup Fakhrul.

Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
14 Angkringan Paling Nikmat di Surabaya, Tempat Nongkrong Seru Sambil Kuliner dan Jajan
Berlabel Timnas Cape Verde! Yuran Fernandes Siap Jadi Tembok Baru Persebaya Surabaya Era Bernardo Tavares
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Yuran Fernandes, Green Force Dapatkan Pengganti Gustavo Fernandes
Kronologi Sekeluarga Tewas saat Camping di Temanggung: Mulut Korban Berbusa ketika Ditemukan
Kabar Baik! HP Frans Putros yang Hilang saat Konvoi Juara Persib Bandung Akhirnya Ditemukan
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
