
Foto udara antrean kendaraan keluar gerbang Tol Ciawi, jalur wisata Puncak, Ciawi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis (23/5/2024).
JawaPos.com - PT Asuransi Jasa Indonesia (Asuransi Jasindo) menuntaskan klaim PT Jasa Marga (Persero) Tbk atas kerusakan fasilitas di Ruas Tol Dalam Kota (Dakotoma) dan gerbang tol (GT) Ciawi 2. Proses penyelesaian klaim ini dilakukan melalui tahapan penilaian dan verifikasi untuk memastikan seluruh prosedur sesuai dengan ketentuan polis yang berlaku.
Sebagai bagian dari Holding Badan Usaha Milik Negara (BUMN) asuransi, penjaminan, dan investasi dalam IFG Group, Asuransi Jasindo fokus pada pelayanan klaim yang transparan, cepat, dan akuntabel. "Kami memahami pentingnya keberlangsungan operasional jalan tol bagi masyarakat dan perekonomian nasional, sehingga proses penyelesaian klaim menjadi prioritas kami," ujar Direktur Utama Asuransi Jasindo Andy Samuel, Rabu (15/10).
Seperti diketahui, perbaikan sedang dilakukan di ruas tol Dakotama yang meliputi tujuh GT di ruas tol Cawang-Tomang-Pluit. Kerusakan terjadi akibat aksi unjuk rasa pada 28 Agustus 2025. Sedangkan GT Ciawi 2 hancur lantaran kecelakaan yang disebabkan oleh truk kontainer dan tronton mengalami rem blong menabrak gardu.
Klaim Jasa Marga atas kerusakan tersebut mencapai Rp 7,3 miliar. Kini, sejumlah GT sudah beroperasi dengan normal. Hanya tinggal perapihan minor.
Direktur Utama Jasa Marga Rivan Achmad Purwantono mengapresiasi komitmen Jasindo dalam penyelesaian klaim tersebut. Sinergi dan kolaborasi antar-BUMN penting untuk memperkuat perlindungan risiko. Serta, memastikan keberlanjutan layanan infrastruktur nasional.
Dia berharap, aset strategis nasional yang terlindungi oleh asuransi semakin meningkat ke depannya. "Kami berterima kasih atas respons cepat dan kerja sama yang terjalin. Dukungan yang cepat dan profesional ini membantu kami menjaga kelancaran operasional jalan tol dan memastikan pemulihan fasilitas berjalan optimal," ucap Rivan.
Sementara itu, Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun (PPDP) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Ogi Prastomiyono mengatakan, industri perasuransian mengambil peran dalam mengelola risiko finansial. Termasuk risiko kerusakan properti atau infrastruktur. Hingga Agustus 2025, klaim asuransi komersial mencapai Rp 141,65 triliun. Menurun 5,33 persen dibanding periode yang sama di 2024 senilai Rp 149,63 triliun.
Kinerja asuransi komersial berupa pendapatan premi pada periode Januari hingga Agustus 2025 senilai Rp219,52 triliun. Tumbuh tipis 0,44 persen year-on-year (YoY). "Adapun terdiri dari premi asuransi jiwa yang sedikit terkontraksi sebesar 1,21 persen per tahun ke tahun dengan nilai Rp 117,51 triliun dan premi asuransi umum dan reasuransi tumbuh 2,42 persen secara YoY dengan nilai sebesar Rp 102,41 triliun," terangnya.
Dari sisi permodalan, industri asuransi komersial masih menunjukkan kondisi yang solid. Dengan industri asuransi jiwa dan asuransi umum, serta reasuransi secara agregat melaporkan Risk Based Capital (RBC) masing-masing sebesar 472,58 persen dan 323,36 persen. Keduanya di atas threshold sebesar 120 persen.

Prediksi Skor Korea Selatan vs Republik Ceko di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Bisa Pecahkan Rekor
Prediksi Skor Kanada vs Bosnia dan Herzegovina di Piala Dunia 2026: Alphonso Davies Diragukan Tampil!
Prediksi Skor Meksiko vs Afrika Selatan Grup A Piala Dunia 2026: El Tri Diunggulkan Menang di Laga Pembuka!
Beredar Kabar Komedian Bolot Meninggal Dunia, Begini Faktanya
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
Prediksi Duel Seru Korea Selatan vs Ceko, Son Heung-min Jadi Kunci!
Prediksi Susunan Pemain Korsel vs Republik Ceko: Son Heung-min Tegaskan Siap Bantu Taegeuk Warrior Menang!
Daftar Pemain Amerika Serikat dan Paraguay di Grup D Piala Dunia 2026
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Prediksi Kanada vs Bosnia di Piala Dunia 2026: Tuan Rumah Dibayangi Ancaman Kuda Hitam dari Eropa
