Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 25 Oktober 2021 | 21.10 WIB

Menkeu Optimistis Adanya Varian Delta Tak Surutkan Pertumbuhan Ekonomi

Menteri Keuangan Sri Mulyani saat hadir dalam rapat kerja Komisi XI DPR RI dengan Menteri Keuangan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, (20/9/2021). Rapat kerja tersebut beragendakan penyerahan Daftar Investarisasi Masalah (DIM) RUU tentang Hubu - Image

Menteri Keuangan Sri Mulyani saat hadir dalam rapat kerja Komisi XI DPR RI dengan Menteri Keuangan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, (20/9/2021). Rapat kerja tersebut beragendakan penyerahan Daftar Investarisasi Masalah (DIM) RUU tentang Hubu

JawaPos.com - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memperkirakan pertumbuhan ekonomi kuartal III akan lebih baik dari proyeksi sebelumnya. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengaku, meskipun ekonomi tanah air sempat kembali terpukul karena serangan varian delta namun tidak memberikan efek cukup dalam.

Menurutnya, terdapat berbagai indikator positif yang memberikan dampak optimisme terhadap pertumbuhan ekonomi dalam negeri. Sehingga, pihaknya merevisi perkiraan kuartal III tahun ini akan membaik menjadi 4,3 persen.

"Memang dibanding kuartal 2 turun, tapi kalau kuartal 3 ada delta varian yang tinggi, itu yang sebabkan ada koreksi pemulihan ekonomi di kuartal 3. Namun koreksinya tidak terlalu dalam bisa bertahan," ujarnya dalam konferensi pers secara virtual, Senin (25/10).

Dengan demikian, kata Sri Mulyani, secara keseluruhan tahun ini pemerintah yakin pertumbuhan ekonomi Indonesia dapat mencapai 4 persen. Sebab, kinerja pada kuartal 4 mendatang akan berpotensi kembali mengalami kenaikan bahkan dapat berjalan normal.

Selain itu, keseimbangan kenormalan ekonomi juga didorong dari faktor eksternal yaitu kembali berjalannya aktivitas perekonomian luar negeri seperti AS, Tiongkok, dan beberapa negara Eropa.

"Overall tahun ini pertumbuhan 4 persen, kuartal 3-4,3 persen" ucapnya.

Seperti diketahui, Sri Mulyani sebelumnya juga menyebut berbagai indikator pertumbuhan ekonomi dalam negeri membaik dalam beberapa waktu terakhir. Hal itu didorong dari meningkatnya daya beli atau konsumsi yang meningkat, ritel tumbuh dengan pesat, neraca perdagangan masih bisa terus surplus, hingga investasi dan penjualan barang niaga yang masih tumbuh di 60 persen.

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore