Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 24 Desember 2021 | 01.46 WIB

Selama Masa Pandemi "Lahir" 3 Juta Petani Baru

Petani memanen sayur-mayur di Selapajang, Neglasari, Tangerang, Banten, Minggu  (26/9/2021). Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengatakan pertumbuhan sektor pertanian sejak awal 2020 hingga saat ini terus membaik dan terjaga dampak wabah pandemi - Image

Petani memanen sayur-mayur di Selapajang, Neglasari, Tangerang, Banten, Minggu (26/9/2021). Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengatakan pertumbuhan sektor pertanian sejak awal 2020 hingga saat ini terus membaik dan terjaga dampak wabah pandemi

JawaPos.com - Pandemi memberi dampak positif terhadap sektor pertanian. Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Harvick Hasnul Qolbi menyebut sepanjang pandemi "lahir" tiga juta petani baru.

Wamentan Harvick Hasnul Qolbi menyebut, berdasar data Badan Pusat Statistik (BPS), sektor pertanian mampu menyerap tenaga kerja sebanyak hampir 30 persen. Sepanjang 2020, jumlah pekerja di sektor pangan tumbuh sekitar 2 persen. Bahkan ada sekitar 3 juta petani baru selama masa pandemi.

Harvick berharap, pertumbuhan itu tidak hanya sekadar tren semata. "Kita kerja ini supaya masyarakat terbantu. Jangan jadi tren saja soal pertanian ini. Gara-gara kehilangan lapangan kerja di sektor lain, terus semua jadi petani," ujar Harvick Hasnul Qolbi di Lampung, Rabu (22/12).

Harvick Hasnul Qolbi usai menghadiri pembukaan Muktamar Ke-34 NU bertemu dengan seluruh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kementerian Pertanian (Kementan) di Kota Bandar Lampung, Rabu (22/12) sore.

Harvick menjelaskan, Kementan berfokus untuk menggenjot produksi pangan. Pada 2024 ditargetkan tiga kali ekspor komoditas pangan. Untuk mencapai target tersebut, perlu ada peran dari Atase Pertanian di luar negeri untuk menjajaki pasar global.

"Saya ingin sampaikan bahwa kita di (Kementerian) pertanian, konsentrasi kita produksi dulu. Soal nanti bagaimana penjualannya, kita punya Atase Pertanian. Kita bisa tugaskan mereka," tuturnya.

"Artinya dengan cara itu, cita-cita kita menjadi negara prodak pangan terbesar di dunia bisa tercapai," tambah Wamentan.

Sementara itu, Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas I Bandar Lampung Muhammad Jumadh mengklaim pencapaian ekspor pangan di Lampung cukup baik. Pada 2020 total ekspor di Lampung mencapai Rp 10 triliun. Angka itu naik menjadi Rp 14 triliun hingga November 2021.

Selain itu, untuk mendorong eksportir baru, dirinya memberikan bimbingan teknis (bimtek) kepada para petani milenial. Bimtek itu menjadi sarana untuk mengubah mindset masyarakat yang akan menjadi eksportir dengan menggunakan digital marketing.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore