
Presiden Direktur & CEO XL Axiata, Dian Siswarini dalam peringatan HUT ke 25 XL Axiata. (Istimewa)
JawaPos.com - Kemenkominfo mengklaim tarif internet di RI sudah murah dibanding negara lain. Indonesia berada di peringkat ke-12 termurah dari 230 negara.
Plt Dirjen Penyelenggaraan Pos dan Informatika (PPI) Kemenkominfo Ismail mengatakan, saat ini tarif internet di Indonesia relatif murah dibandingkan negara lain. Bahkan tarif mobile internet Indonesia berada di peringkat ke-12 termurah dari 230 negara.
Harga mobile broadband lebih murah karena banyak operator berkompetisi di kota-kota besar. Alternatif pilihan masyarakat untuk memilih operator selular juga banyak dengan berbagai gimik yang diberikan.
"Tarif rata-rata Rp 6.000 per gigabyte. Memang sebagian kecil masyarakat Indonesia tidak mempermasalahkan tarif dan mengutamakan kualitas internet yang baik. Namun, sebagian besar masyarakat Indonesia saat ini masih sensitif terhadap harga layanan internet," ujar Ismail dalam keterangannya kepada JawaPos.com, Jumat (18/3).
Pernyataan itu juga dikemukakan Ismail di sela-sela webinar, Kamis (17/3). Webinar itu bertajuk "Apakah Tarif Internet Menjadi Hambatan Utama Terwujudnya Indonesia Terkoneksi".
Ismail yang juga dirjen Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika (SDPPI) Kemenkominfo itu menyebut tarif layanan fixed broadband di Indonesia masih terkesan premium dengan harga Rp 280 ribu per bulan. Tarif itu tergantung kecepatan yang dibutuhkan oleh pelanggan. Padahal, penggunaan internet itu untuk satu keluarga.
Untuk itu, agar layanan internet di Indonesia semakin terjangkau demi mendukung program transformasi digital nasional, Ismail berharap beban biaya operator telekomunikasi dapat dikurangi. Sebab, saat ini beban biaya yang ditangggung operator telekomunikasi sangat besar. Contohnya ketika operator menggelar infrastruktur berupa penggelaran kabel serat optik, perizinan, dan tarif retribusi atau sewa.
Di sisi lain, Ismail menyadari bahwa setiap daerah memiliki target pendapatan asli daerah (PAD). Akan tetapi, dia berharap pemerintah daerah (pemda) tidak mencari peningkatan PAD dari sektor pembangunan infrastruktur telekomunikasi.
Pasalnya, infrastruktur telekomunikasi merupakan modal utama pemda dalam meningkatkan perekonomian masyarakat di suatu wilayah. Makin baik infrastruktur telekomunikasi di satu daerah, maka akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.
Kemenkominfo menginginkan kabel optik yang digelar di daerah dapat tertata dengan baik dan tidak semrawut. Dia menyakini kehadiran infrastruktur telekomunikasi berdampak baik pada maka industri. Seperti, pariwisata, transportasi, pendidikan, manufaktur akan tercipta. "Dari sektor itu pemda bisa mendapatkan dari pajak," terangnya.

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
