Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 15 Maret 2022 | 02.11 WIB

Jadi Womanpreneur, 2 Perempuan Ini Bagi Kisah Sukses Berjualan Online

Studio Dapur adalah contoh UMKM Bandung dengan omzet puluhan juta di Tokopedia. Mereka memberdayakan pengrajin anyaman bambu dengan berbagai latar belakang di desa Padakembang, Singaparna, Jawa Barat. (Istimewa). - Image

Studio Dapur adalah contoh UMKM Bandung dengan omzet puluhan juta di Tokopedia. Mereka memberdayakan pengrajin anyaman bambu dengan berbagai latar belakang di desa Padakembang, Singaparna, Jawa Barat. (Istimewa).

JawaPos.com - Berjalan beriringan dengan perkembangan zaman dan kemajuan teknologi, siapa pun saat ini punya kesempatan yang sama untuk maju dan berkembang, termasuk para perempuan. Merdeka secara finansial, tidak bergantung pada pasangan bahkan membantu perekonomian keluarga, juga negara, saat ini banyak perempuan-perempuan hebat yang memulai perjalanannya dari nol dengan dibantu platform digital.

Berbekal ketekunan dan dukungan dari lingkungan sekitar, saat ini banyak para perempuan yang telah mampu meraih kesuksesannya. Merayakan Hari Perempuan Internasional yang diselenggarakan tanggal 8 Maret lalu, Tokopedia membagikan beberapa kisah inspiratif dari para perempuan hebat yang sukses di platformnya.

Malahan, dalam satu waktu, sosok para perempuan hebat ini mampu mengemban beberapa peran sekaligus menjadi seorang ibu, istri, pegawai hingga pengusaha.

Studio Dapur misalnya, UMKM asal Bandung ini telah berhasil meraih omzet puluhan juta di Tokopedia. Studio Dapur sendiri merupakan usaha besutan perempuan pegiat usaha, Mega Puspita dan beberapa rekannya.

Yang menariknya lagi, tidak hanya berorientasi pada keuntungan pribadi, Studio Dapur juga memberdayakan pengrajin anyaman bambu dengan berbagai latar belakang di desa Padakembang, Singaparna, Jawa Barat.

Photo

Noesa merupakan contoh UMKM lainnya yang juga digawangi oleh perempuan dan memberdayakan pengrajin lokal. Annisa Hendrato dan Cendy Mirnaz menggandeng komunitas perempuan penenun dan penjahit di Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk menghasilkan produk tenun ikat Flores dalam bentuk dompet, gelang, tali kamera dan masih banyak lagi. (Istimewa).

“Para pengrajin ini memproduksi produk anyaman bambu ramah lingkungan, seperti tudung saji, baki, alas gelas dan piring, keranjang dan lain-lain," kata Mega membagikan kisahnya.

Mega melanjutkan, dirinya bersama tim Studio Dapur juga rutin mengedukasi para pengrajin bambu dan warga setempat terkait pembuatan kerajinan bambu berkualitas agar bisa dijadikan mata pencarian warga sekaligus menjaga kelestarian desa.

Selain Mega dengan Studio Dapur-nya, ada juga Noesa, contoh UMKM lainnya yang juga digawangi oleh perempuan dan memberdayakan pengrajin lokal. Dia adalah Annisa Hendrato dan Cendy Mirnaz.

Menggandeng komunitas perempuan penenun dan penjahit di Nusa Tenggara Timur (NTT), kedua perempuan tersebut sukses menghasilkan produk tenun ikat Flores dalam bentuk dompet, gelang, tali kamera dan masih banyak lagi.

“Selama pandemi, Tokopedia menyumbang lebih dari 60 persen terhadap penjualan keseluruhan Noesa. Ini turut menjaga produktivitas perempuan pengrajin di NTT. Produk kami pun jadi bisa diakses oleh masyarakat dari Sabang hingga Merauke,” kata Annisa.

Baik Mega atau pun Annisa hanya segelintir sosok yang sukses menangkap peluang dan melihat manfaat dari platform digital yang saat ini banyak bermunculan, salah satunya Tokopedia, perusahaan teknologi asli dalam negeri dengan marketplace terdepan.

Tentunya siapa pun di luar sana, perempuan-perempuan lainnya juga punya kesempatan yang sama besarnya dengan Mega dan Annisa, mewujudkan mimpinya, berguna bagi orang-orang di sekitar mereka dan yang jelas bisa punya pendapatan lebih.

Peranan perempuan di sektor ekonomi saat ini memang tidak boleh diragukan. Terlebih di masa pandemi Covid-19 yang sudah melanda lebih dari dua tahun ini, kaum perempuan bahkan boleh dibilang memegang tonggak penting dalam pemulihan ekonomi nasional lewat rintisan UMKM.

Baru-baru ini, Tokopedia mencatat jumlah perempuan pelaku UMKM dalam platformnya meningkat 2,5 kali lipat di 2021 dibandingkan 2020.

“Tokopedia juga melihat beberapa kota di Indonesia mengalami peningkatan paling tinggi dalam hal jumlah perempuan pegiat usaha lokal selama 2021. Ada Pekanbaru, Palembang, Pekalongan, Denpasar dan Balikpapan,” ujar Head of Product (Campaign) Tokopedia, Helena.

Hal ini didorong oleh banyak inisiatif Tokopedia bersama pegiat usaha lokal, termasuk perempuan pegiat UMKM. Mulai dari Tokopedia Beauty Awards 2021, Women in Style serta inisiatif Hyperlocal dan turunannya seperti Tokopedia Nyam!, Festival Fashion Lokal Jawa Barat dan masih banyak lagi.

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore