
Ilustrasi pekerja UMKM saat merapihkan baju yang hendeka di paking untuk di kirim sentra tekstil baju di kawasan Ciputat (Dery Ridwansah/JawaPos.com).
JawaPos.com- Menteri Koperasi dan UKM Republik Indonesia Teten Masduki memastikan Bantuan Presiden Produktif untuk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (BPUM) atau biasa disebut BLT UMKM tidak cair tahun ini. Hal ini disebabkan karena sudah tidak ada waktu lagi untuk mengusulkannya.
Sebelumnya, BLT UMKM direncanakan akan cair pada Oktober 2022 sebagaimana diatur lewat Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No. 134/2022 tentang Belanja Wajib Dalam Rangka Penanganan Dampak Inflasi Tahun Anggaran 2022.
"Tahun ini tidak mungkin (cair BLT UMKM) karena tidak ada waktu lagi (untuk mengusulkannya)," kata Teten Masduki saat ditemui JawaPos.com di Hotel JS Luwansa, Jakarta Selatan, Selasa (22/11).
Saat ditanya soal kemungkinan BLT UMKM cair di tahun depan, Teten belum bisa memastikan. Ia menjelaskan, pihaknya baru akan melihat perkembangannya di tahun depan untuk kemudian bisa diusulkan kembali.
Kendati demikian, hingga November 2022, pihaknya belum mengajukan usulan BLT UMKM untuk tahun mendatang. "Tahun depan belum direncanakan, kita lihat dulu perkembangannya," tandasnya.
Sementara itu pada kesempatan yang berbeda, Ketua Umum Asosiasi Industri UMKM Indonesia Hermawati Setyorini mengatakan BLT UMKM seharusnya cair pada Oktober 2022. Namun hingga November, pihaknya belum menerima informasi terkait anggota yang menerima bantuan tersebut.
"Sesuai dengan aturan harusnya oktober, tapi saya belum mendapatkan informasi dari anggota atas penerimaan tersebut," ucapnya saat dikonfirmasi, Selasa (22/11).
Sebelumnya, mengutip Padek.Jawapos.com, Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi Gerindra Andre Rosiade menyoroti Bantuan Presiden Produktif untuk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (BPUM) atau biasa disebut BLT UMKM. BLT UMKM tak kunjung cair lantaran belum mendapatkan lampu hijau dari Kementerian Keuangan.
Dalam Rapat Kerja Komisi VI DPR RI dengan Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki di Jakarta, Kamis (22/9), Andre mengatakan BPUM adalah salah satu program andalan Kemenkop UKM yang dapat meringankan beban masyarakat terdampak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).
“Pemerintah telah menaikkan harga BBM dan tentu ini berdampak pada inflasi dan daya beli masyarakat. Untuk itu dari awal Fraksi Gerindra mendorong agar BPUM ini ditingkatkan anggarannya dan jangkauannya diperluas,” katanya.
Andre mengatakan, seluruh anggota Komisi VI sudah mengusulkan hal ini secara resmi dalam rapat kerja sebelumnya. “Tapi tadi Pak Menteri sudah menyampaikan bahwa belum ada lampu hijau dari Menteri Keuangan, meski surat resmi dari Menteri Koperasi dan UKM tanggal 15 September itu sudah meminta Rp1,2 triliun,” kata Andre. (*)

Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Media Jerman Pusing Lihat Ngerinya Performa Veda Ega Pratama di Sesi Practice Moto3 Hungaria 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Eksklusif! Perjuangan Nyo Daftar Player Escort Sejak 2024, Menangis Haru Dipeluk Nathan Tjoe-A-On di Timnas Indonesia
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
