
Photo
JawaPos.com - Produsen otomotif memanfaatkan Indonesia International Motor Show (IIMS) Hybrid 2021 sebagai ajang penetrasi kendaraan listrik alias electric vehicle (EV). Bukan hanya pabrikan Jepang, berbagai merek kendaraan listrik mejeng dalam pameran tahunan tersebut. Tahun lalu, pergelaran IIMS 2020 batal gara-gara persebaran virus SARS-CoV-2.
Dalam ekshibisi yang akan berlangsung sampai 25 April itu, Gelora E menarik perhatian. Mobil listrik dari pabrikan Tiongkok Sokonindo Automobile (DFSK) itu menjadi EV komersial pertama yang sudah resmi dijual di Indonesia.
Mobil yang 100 persen energinya berasal dari listrik itu menggunakan sistem baterai sebagai sumber daya. Dalam sekali pengisian daya, Gelora E bisa menempuh perjalanan hingga 300 kilometer.
"Ini momen bersejarah bagi segmen kendaraan listrik komersial di Indonesia," ujar CEO PT Sokonindo Automobile Alexander Barus pada pembukaan IIMS Hybrid 2021 pada Kamis (15/4). Kini pihaknya mempersiapkan peluncuran SUV listrik E3 pada masa mendatang.
Selain DFSK, dua APM lain memperkenalkan EV mereka dalam pameran. Dua produsen itu adalah Maxindo Renault Indonesia (MRI) dan Morris Garages (MG).
Jika pasar mereaksi positif produk mereka yang statusnya masih displai tersebut, dua produsen itu akan memproduksi massal kendaraan mereka. MRI memperkenalkan Zoe, mobil listrik berkapasitas lima penumpang.
"Untuk kisaran harga, kami belum bisa sebutkan. Tapi, akan lebih murah daripada mobil yang ada di pasaran," ujar Managing Director MRI Rudy Salim.
Sementara itu, MG memamerkan MG ZS EV. Mobil listrik tipe SUV itu menggunakan baterai lithium-ion sebagai sumber daya. Kapasitasnya 44,5 kWh.
Sementara itu, Toyota dan Mitsubishi juga memamerkan mobil listrik andalan mereka. Booth Toyota memajang 10 mobil listrik berbagai model.
Sebagian besar adalah model existing yang sudah dikenal masyarakat Indonesia. Mitsubishi juga memamerkan mobil listrik mereka yang sudah dikenal pasar. Yakni, Outlander PHEV.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan kembali upaya pemerintah untuk mempercepat transformasi green technology. Langkah terbesarnya adalah mengembangkan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBLBB).
TARGET KENDARAAN LISTRIK (EV) INDONESIA
Kategori | Target Produksi Total (Juta Unit) 2025 | Target Produksi Total (Juta Unit) 2030 | Target Produksi Total (Juta Unit) 2035
Roda empat | 2 | 3 | 4
Persentase EV | 20% | 25% | 30%
Roda dua | 10 | 12,5 | 15
Persentase EV | 20% | 25% | 30%
Sumber: Kemenperin
https://youtu.be/TeKLd0Uo_pQ

Breaking News! Rival Veda Ega Pratama Didiskualifikasi dari Moto3 Catalunya 2026
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Soal Kabar Kepala BGN Dadan Hindayana Ditangkap, Dasco: Serahkan ke Aparat Hukum
Profil Sony Sanjaya, Eks Jenderal Polri yang Dicopot Sebagai Wakil Kepala BGN, Sempat Diterpa Isu OTT
KPK Cari Keberadaan Wamen Imipas Silmy Karim Terkait OTT Imigrasi Jakbar
7 Pemain Baru Masuk! Bruno Moreira Hengkang, Ini Prediksi Starting XI Persebaya
Kejagung Konfirmasi Penggeledahan Kantor BGN Usai Pencopotan Dadan Hindayana
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Mantan Kepala BGN Dadan Hindayana Resmi Jadi Tersangka dan Ditahan Kejagung, Belum 24 Jam Usai Dicopot Prabowo
Kantor Badan Gizi Nasional Digeledah Kejagung, Muncul Karangan Bunga Unik Singgung Pencopotan Dadan
