Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 26 Maret 2021 | 20.13 WIB

APBD Terbatas, Jokowi Ingatkan Bupati Gunakan Skala Prioritas

Presiden Presiden Joko Widodo. ANTARA/HO-Biropres Setpres/Kris/aa - Image

Presiden Presiden Joko Widodo. ANTARA/HO-Biropres Setpres/Kris/aa

JawaPos.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengimbau agar para bupati dapat serius dalam menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Sebab, dalam situasi pandemi Covid-19 yang masih berlangsung, sangat penting melakukan konsolidasi anggaran dalam perencanaan APBD. Ia meminta agar para bupati membuka lebar-lebar aliran anggaran APBD secara detil dan semua harus dikalkukasi perhitungannya.

"Yang biasa ngga buka secara detail sekarang buka secara detail, cek secara detail, kemana larinya, outputnya apa, outcomenya apa,” ujarnya secara virtual, Jumat (26/3).

Selain itu, Ia juga mengingatkan kepada para bupati agar tidak memberikan anggaran pada seluruh dinas tanpa adanya skala prioritas. Bupati harus bisa memilih dinas mana yang lebih prioritas untuk fokuskan anggaran jauh lebih bijak di situasi saat ini.

Baca Juga: Jokowi: Zaman Penuh Kompetisi, Tak Perbaiki Skill, Kita Bisa Hilang

"Untuk kabupaten menurut saya, 2 saja cukup beri prioritas. Misalnya saya ingin semua pasar di kabupaten saya selesai dalam 5 tahun ke depan, ya sudah konsentrasikan anggaran itu ke sana," jelasnya.

Bahkan, akan lebih efektif jika anggaran di daerah sekitar 60-70 persen difokuskan hanya untuk 1 program.  Sehingga, hasil dari anggaran tersebut akan dapat dirasakan langsung manfaatkan kepada rakyat.

"Rakyat akan ingat waduh ini besar-besaran membuat sawah, wah ini 60 pasar di kabupaten rampung, dibangun semua. Jangan sekali lagi semua diberikan ke dinas," ungkapnya.

Jokowi berpesan agar para Bupati dapat melakukan penebaran anggaran kebanyak dinas di masa sulit seperti ini. Sebab, menurutnya jika memberikan anggaran yang besar ke dinas-dinas maka di tahun berikutnya anggaran yang diminta akan naik.

"Cari yang benar-benar ada manfaat langsung untuk rakyat. Saya selalu sampaikan money follow program, anggaran harus mengikuti apa yang menjadi prioritas para bupati, dari bapak ibu bupati. Penganggaran harus fokus pada hal-hal esensial, yang benar-benar dibutuhkan,” tuturnya.

Jokowi menegaskan, bahwa anggaran negara sangat terbatas dan harus digunakan sebaik dan seefektif mungkin.

“Sekali lagi APBN terbatas, APBD terbatas, jangan diecer-ecer. Jangan dibagi rata. Saya bolak-balik ingatkan jangan diecer untuk semua unit di bapak ibu, dan paling penting kalau anggaran difokuskan kontrolnya mudah manajemen pengawasan gampang," pungkasnya.

Saksikan video menarik berikut ini:

https://youtu.be/epJidv5FWYY

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore