
Presiden Presiden Joko Widodo. ANTARA/HO-Biropres Setpres/Kris/aa
JawaPos.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengimbau agar para bupati dapat serius dalam menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Sebab, dalam situasi pandemi Covid-19 yang masih berlangsung, sangat penting melakukan konsolidasi anggaran dalam perencanaan APBD. Ia meminta agar para bupati membuka lebar-lebar aliran anggaran APBD secara detil dan semua harus dikalkukasi perhitungannya.
"Yang biasa ngga buka secara detail sekarang buka secara detail, cek secara detail, kemana larinya, outputnya apa, outcomenya apa,” ujarnya secara virtual, Jumat (26/3).
Selain itu, Ia juga mengingatkan kepada para bupati agar tidak memberikan anggaran pada seluruh dinas tanpa adanya skala prioritas. Bupati harus bisa memilih dinas mana yang lebih prioritas untuk fokuskan anggaran jauh lebih bijak di situasi saat ini.
Baca Juga: Jokowi: Zaman Penuh Kompetisi, Tak Perbaiki Skill, Kita Bisa Hilang
"Untuk kabupaten menurut saya, 2 saja cukup beri prioritas. Misalnya saya ingin semua pasar di kabupaten saya selesai dalam 5 tahun ke depan, ya sudah konsentrasikan anggaran itu ke sana," jelasnya.
Bahkan, akan lebih efektif jika anggaran di daerah sekitar 60-70 persen difokuskan hanya untuk 1 program. Sehingga, hasil dari anggaran tersebut akan dapat dirasakan langsung manfaatkan kepada rakyat.
"Rakyat akan ingat waduh ini besar-besaran membuat sawah, wah ini 60 pasar di kabupaten rampung, dibangun semua. Jangan sekali lagi semua diberikan ke dinas," ungkapnya.
Jokowi berpesan agar para Bupati dapat melakukan penebaran anggaran kebanyak dinas di masa sulit seperti ini. Sebab, menurutnya jika memberikan anggaran yang besar ke dinas-dinas maka di tahun berikutnya anggaran yang diminta akan naik.
"Cari yang benar-benar ada manfaat langsung untuk rakyat. Saya selalu sampaikan money follow program, anggaran harus mengikuti apa yang menjadi prioritas para bupati, dari bapak ibu bupati. Penganggaran harus fokus pada hal-hal esensial, yang benar-benar dibutuhkan,” tuturnya.
Jokowi menegaskan, bahwa anggaran negara sangat terbatas dan harus digunakan sebaik dan seefektif mungkin.
“Sekali lagi APBN terbatas, APBD terbatas, jangan diecer-ecer. Jangan dibagi rata. Saya bolak-balik ingatkan jangan diecer untuk semua unit di bapak ibu, dan paling penting kalau anggaran difokuskan kontrolnya mudah manajemen pengawasan gampang," pungkasnya.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://youtu.be/epJidv5FWYY

Bocor! 3 Alasan Krusial Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Nomor Dua Jadi Kunci Utama
Viral Penonton Konser F4 di Jakarta Kena Campak Sebelumnya, Kemenkes Lakukan Pengecekan
Soal Kabar Kepala BGN Dadan Hindayana Ditangkap, Dasco: Serahkan ke Aparat Hukum
Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Kunker Luar Negeri Presiden Dikritik, Teddy Singgung Dino Patti Djalal yang hanya 3 Bulan jadi Wamenlu
Kejagung Konfirmasi Penggeledahan Kantor BGN Usai Pencopotan Dadan Hindayana
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Wariskan 39 Gol yang Sulit Dilupakan
Profil Sony Sanjaya, Eks Jenderal Polri yang Dicopot Sebagai Wakil Kepala BGN, Sempat Diterpa Isu OTT
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
