
Antam genjot produksi emasnya di 2019
JawaPos.com - Kenaikan harga emas dunia dibatasi oleh dolar Amerika Serikat (AS). Namun, tren kenaikan logam mulia kuning tersebut mencatat kenaikan mingguan terbesar dalam 8 pekan terakhir. Kabar yang menyatakan Presiden AS Donald Trump positif Covid-19 merusak sentimen risiko.
Mengutip laman Reuter, emas spot turun 0,2 persen menjadi USD 1.900.40 per ounce. Sementara harga emas berjangka AS turun 0,5 persen pada posisi USD 1,907.60.
Emas telah naik ke level tertinggi lebih dari satu minggu setelah Trump mengatakan dalam sebuah tweet bahwa dia dan istrinya Melania dinyatakan positif terkena virus Covid-19, menghantam Wall Street. Namun Gedung Putih meyakinkan orang Amerika bahwa Presiden tidak lumpuh.
Selain itu, investor juga mencatat laporan ketenagakerjaan bulanan terakhir sebelum pemilihan presiden 3 November, yang menunjukkan pertumbuhan pekerjaan AS melambat lebih dari yang diharapkan pada bulan September.
Dolar juga diuntungkan dari arus masuk investasi beresiko rendah, membatasi kenaikan emas. Fokus juga tertuju pada kesepakatan bantuan virus korona AS yang sulit dipahami.
Adapun logam mulia lainnya seperti perak turun 0,6 persen menjadi USD 23,73 per ounce, platinum turun 2 persen menjadi USD 878,47 dan paladium turun 0,1 persen menjadi USD 2,313,68.

Bocor! 3 Alasan Krusial Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Nomor Dua Jadi Kunci Utama
Viral Penonton Konser F4 di Jakarta Kena Campak Sebelumnya, Kemenkes Lakukan Pengecekan
Soal Kabar Kepala BGN Dadan Hindayana Ditangkap, Dasco: Serahkan ke Aparat Hukum
Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Kunker Luar Negeri Presiden Dikritik, Teddy Singgung Dino Patti Djalal yang hanya 3 Bulan jadi Wamenlu
Kejagung Konfirmasi Penggeledahan Kantor BGN Usai Pencopotan Dadan Hindayana
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Wariskan 39 Gol yang Sulit Dilupakan
Profil Sony Sanjaya, Eks Jenderal Polri yang Dicopot Sebagai Wakil Kepala BGN, Sempat Diterpa Isu OTT
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
