Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 20 Mei 2020 | 01.41 WIB

Di Era New Normal, Industri Ini akan Jadi Primadona

Seorang anak bermain didepan mural bergambar wanita memakai masker di Kawasan Kalipasir, Jakarta, Selasa (7/4/2020). Pembuatan mural dilakukan untuk mengedukasi serta memotivasi warga masyarakat untuk semangat di tengah pandemi penyebaran virus corona. Fo - Image

Seorang anak bermain didepan mural bergambar wanita memakai masker di Kawasan Kalipasir, Jakarta, Selasa (7/4/2020). Pembuatan mural dilakukan untuk mengedukasi serta memotivasi warga masyarakat untuk semangat di tengah pandemi penyebaran virus corona. Fo

JawaPos.com - Pandemi global Covid-19 membuat pemerintah harus mencari solusi lain dalam menghadapi hal tersebut, khususnya untuk mendorong perekonomian. Salah satu cara yang akan dilakukan adalah penerapan penyesuaian kehidupan baru atau new normal di tengah pandemi.

Adanya new normal ini pun tentunya akan membuat tren baru, termasuk di industri. Pengamat Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira mengatakan bahwa salah satu industri yang akan tetap menjadi primadona adalah makanan dan minuman.

"Paling tidak orang akan kembali lagi ke basic needs seperti makanan dan kesehatan. Itu industri yang akan jadi penopang utama," jelasnya, Selasa (19/5).

Bhima melanjutkan, alat-alat kebugaran juga akan diminati untuk menjaga kesehatan tubuh. "Olahraga juga, kebugaran seperti sepeda dan alat-alat olahraga dalam rumah," terang dia.

Selain itu, industri digital akan berkembang cukup pesat, seperti e-commerce. Pasalnya, dengan adanya era baru ini, masyarakat akan lebih berhati-hati dalam melakukan pembelian secara langsung.

"Soalnya orang masih khawatir untuk belanja keluar, belinya secara online. Lalu buku juga karena orang di rumah aja karena baca buku," ucap Bhima.

Berbeda dengan sebelumnya, yang disebut oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan menjadi penopang perekonomian, yakni industri pariwisata tidak akan seperti yang diperkirakan. Mengingat, protokol kesehatan di beberapa fasilitas ataupun sarana umum masih belum baik.

"Kayaknya berat kalau pariwisata, kita mungkin akan menghadapi gelombang lanjutan sementara protokol kesehatan ditempat wisata, khususnya di bandara itu kan kacau tuh di bandara, nggak ada physical distancing yang membuat kalaupun mengandalkan turis itu kebanyakan lokal daripada wisman karena mungkin wisman butuh pemulihan jangka panjang," tutupnya.

Editor: Banu Adikara
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore