Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 13 Maret 2022 | 23.20 WIB

Cabutnya SoftBank Bisa Buat APBN Nombok, Indonesia Perlu Cari Gantinya

MEMBELAH HUTAN: Jalan poros di Sepaku, Kalimantan Timur, akan menjadi akses menuju IKN. (FUAD MUHAMMAD/KALTIM POST) - Image

MEMBELAH HUTAN: Jalan poros di Sepaku, Kalimantan Timur, akan menjadi akses menuju IKN. (FUAD MUHAMMAD/KALTIM POST)

JawaPos.com - Total anggaran pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) diperkirakan mencapai Rp 466 triliun. Alokasi anggaran tersebut ditopang anggaran belanja dan pendapatan negara (APBN) sebesar 53,5 persen dan sisanya lewat dana yang bersumber dari kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU), BUMN, serta swasta.

Namun, pendanaan IKN berpotensi terhambat akibat mundurnya SoftBank sebagai salah satu investor dalam megaproyek tersebut. Direktur Center of Econmics and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira menyebut bahwa hengkangnya perusahaan konglomerasi Jepang tersebut dapat memicu pembengkakan pendanaan dari APBN.

Dia menjelaskan, jika pemerintah ingin mengejar pembangunan IKN tepat waktu, maka sebanyak 80-90 persen dana investasi awal harus diperolah dari APBN pasca mundurnya SoftBank.

"Di tengah target menurunkan defisit (APBN) di bawah 3 persen pada 2024, maka pemerintah akan andalkan keuntungan penerimaan dari komoditas dan menambah pembiayaan utang baru," jelas dia ketika dihubungi JawaPos.com, Minggu (13/3).

Menurutnya, pemerintah juga tidak akan mudah mencari pengganti SoftBank, mengingat pembangunan IKN segera dimulai.."Sayangnya mencari investor sekelas Softbank bukan hal mudah, apalagi proses pembangunan IKN segera dimulai. Butuh proses uji kelayakan, pembacaan situasi ekonomi dan hitung-hitungan manfaat sosial-politik bagi investor," ucapnya.

Solusi untuk hal tersebut adalah mencari investor baru untuk pembangunan IKN. Ia merekomendasikan pihak yang diajak untuk melakukan investasi adalah negara yang memiliki hubungan dekat dengan pemerintah Indonesia.

"Pemerintah perlu cari pengganti SoftBank, entah lembaga investasi hedge fund maupun sovereign wealth fund dari negara mitra, seperti Arab Saudi," tandas dia.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore