
Warga berdiri di bibir pantai dengan gelombang tinggi. Dok JawaPos
JawaPos.com - Pada masa pandemi Covid-19 ini, ekonomi digital menjadi salah satu sektor yang mengalami pertumbuhan secara signifikan. Namun, terdapat sektor yang mengalami kesulitan dalam mengadaptasikan hal tersebut, yakni usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Mengenai itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, perlu dilakukan transformasi UMKM melalui penerapan teknologi digital. Sehingga mereka dapat memberikan layanan dengan jaringan luas, cepat, efektif dan efisien.
"Pada masa pandemi ini, tantangan UMKM bertambah dari sisi adaptasi terhadap perkembangan teknologi. Oleh karena itu, perlu dilakukan transformasi UMKM melalui penerapan teknologi digital agar mampu menjadi Super Smart Society," jelas dia dikutip, Minggu (13/3).
Menurut dia, untuk menghadapi tantangan tersebut, diperlukan sinergi dan kolaborasi dalam mendukung pengembangan fasilitas inkubasi kewirausahaan. Hal ini dapat dilakukan pada ruang lingkup perguruan tinggi.
Salah satu perguruan tinggi yang telah menerapkan itu adalah Universitas Hasanuddin (Unhas). Kata dia, program ini telah memberikan pemahaman yang lebih mendalam kepada mahasiswa sehingga dapat menjadi bekal bagi mereka yang ingin berwirausaha.
"Oleh karena itu, keberadaan Ibu Kota baru di center of gravity baru di Kalimantan Timur, wajib dan harus dimanfaatkan oleh Unhas. Center of excellence di timur ada di Unhas, sehingga Unhas harus menjadi kiblat pengetahuan di Ibukota baru dan kita akan kembangkan perekonomian berbasis nusantara," pungkas Airlangga.
Sebagai informasi, mewirausahaan dan UMKM merupakan salah satu pilar pertumbuhan ekonomi selama masa pandemi. UMKM Indonesia saat ini berjumlah sekitar 64,2 juta usaha dan berkontribusi 60,51 persen terhadap PDB atau senilai Rp 9.580 triliun.
UMKM juga berkontribusi terhadap penyerapan 97 persen dari total tenaga kerja yang ada dan dapat menghimpun sampai 60,4 persen dari total investasi. Namun, saat ini rasio kewirausahaan di Indonesia masih rendah, yakni 3,47 persen dari total populasi. Rasio kewirausahaan untuk sebuah negara maju minimal 5 persen dari total populasi.

Sah! Nathalie Holscher Resmi Dinikahi Aripat, Maskawinnya Berupa Uang Rp 2.272.026
Eks Bek Persib dan Persija Erik Setiawan Jadi Perbincangan Setelah Tuduhan Mantan Istrinya Viral
Menurut Psikologi, Orang yang Tidak Pernah Mengunggah Foto Dirinya di Media Sosial Kerap Kali Memiliki 8 Sifat Mengejutkan Ini
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Mentan Amran Terbang ke Jatim Pukul 06.00 WIB, Borong Inovasi ITS: Benih Jagung, Traktor Amfibi, hingga Alat Panjat Kelapa
Roberto Carlos Ungkap Tiga Pemain Terbaik Sepanjang Masa, Lionel Messi dan Pele Tak Masuk!
2 Alasan Vicky Prasetyo Belum Menjenguk Fangfang yang Sudah Melahirkan Buah Hatinya
Komentar Pedas Zlatan Ibrahimovic di Piala Dunia 2026 Bikin Heboh, Ini Deretan Frasa Ikoniknya
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Mediasi Ruben Onsu dan Sarwendah Digelar Tertutup, Ini yang Terjadi di Dalam Ruangan
