Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 13 Maret 2022 | 17.12 WIB

Adaptasi Teknologi Tantangan Baru bagi UMKM Pasca-Pandemi

Warga berdiri di bibir pantai dengan gelombang tinggi. Dok JawaPos - Image

Warga berdiri di bibir pantai dengan gelombang tinggi. Dok JawaPos

JawaPos.com - Pada masa pandemi Covid-19 ini, ekonomi digital menjadi salah satu sektor yang mengalami pertumbuhan secara signifikan. Namun, terdapat sektor yang mengalami kesulitan dalam mengadaptasikan hal tersebut, yakni usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Mengenai itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, perlu dilakukan transformasi UMKM melalui penerapan teknologi digital. Sehingga mereka dapat memberikan layanan dengan jaringan luas, cepat, efektif dan efisien.

"Pada masa pandemi ini, tantangan UMKM bertambah dari sisi adaptasi terhadap perkembangan teknologi. Oleh karena itu, perlu dilakukan transformasi UMKM melalui penerapan teknologi digital agar mampu menjadi Super Smart Society," jelas dia dikutip, Minggu (13/3).

Menurut dia, untuk menghadapi tantangan tersebut, diperlukan sinergi dan kolaborasi dalam mendukung pengembangan fasilitas inkubasi kewirausahaan. Hal ini dapat dilakukan pada ruang lingkup perguruan tinggi.

Salah satu perguruan tinggi yang telah menerapkan itu adalah Universitas Hasanuddin (Unhas). Kata dia, program ini telah memberikan pemahaman yang lebih mendalam kepada mahasiswa sehingga dapat menjadi bekal bagi mereka yang ingin berwirausaha.

"Oleh karena itu, keberadaan Ibu Kota baru di center of gravity baru di Kalimantan Timur, wajib dan harus dimanfaatkan oleh Unhas. Center of excellence di timur ada di Unhas, sehingga Unhas harus menjadi kiblat pengetahuan di Ibukota baru dan kita akan kembangkan perekonomian berbasis nusantara," pungkas Airlangga.

Sebagai informasi, mewirausahaan dan UMKM merupakan salah satu pilar pertumbuhan ekonomi selama masa pandemi. UMKM Indonesia saat ini berjumlah sekitar 64,2 juta usaha dan berkontribusi 60,51 persen terhadap PDB atau senilai Rp 9.580 triliun.

UMKM juga berkontribusi terhadap penyerapan 97 persen dari total tenaga kerja yang ada dan dapat menghimpun sampai 60,4 persen dari total investasi. Namun, saat ini rasio kewirausahaan di Indonesia masih rendah, yakni 3,47 persen dari total populasi. Rasio kewirausahaan untuk sebuah negara maju minimal 5 persen dari total populasi.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore