Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 9 Juli 2021 | 19.55 WIB

Kemendag Sebut Industri Masih Dominasi Ekspor Indonesia

GERBANG DAGANG: Bongkar muat peti kemas di Dermaga Nilam, Tanjung Perak, Surabaya. Perang dagang membuat ekspor dan impor tekstil terganggu. (Frizal/Jawa Pos) - Image

GERBANG DAGANG: Bongkar muat peti kemas di Dermaga Nilam, Tanjung Perak, Surabaya. Perang dagang membuat ekspor dan impor tekstil terganggu. (Frizal/Jawa Pos)

JawaPos.com - Kementerian Perdagangan (Kemendag) menyebut sektor industri memberikan kontribusi dominan dalam ekspor Indonesia pada Mei 2021. Wakil menteri perdagangan Jerry Sambuaga mengatakan, sektor industri menyumbang 77,30 persen dari total ekspor Indonesia sebesar USD 16,60 miliar.

Menurutnya, sektor-sektor yang memberikan sumbangan masih didominasi oleh industri besi dan baja, mesin dan elektronika, perhiasan, alas kaki, kertas dan pulp, pakaian. Bahkan, Indonesia terus melanjutkan trend surplus dalam neracara perdagangan.

“Hingga Mei 2021 tercatat surplus Indonesia sudah mencapai USD 10,17 miliar. Pada tahun 2020 secara total surplus Indonesia mencapai nilai USD 20 miliar. Ini artinya, capaian tahun 2020 bisa didapat lagi atau bahkan dilampaui,” ujarnya, dalam keterangannya, Jumat (9/7).

Sehingga, kata Jerry, kontribusi sektor Industri perlu diperkuat dan diintensifkan kepada produk industri yang padat teknologi. Ini berkaitan dengan transformasi ekonomi industri Indonesia yang arahnya untuk meningkatkan nilai tambah dan efisiensi dalam produksi.

“Kita harus terus dorong dan fasilitasi industri-industri yang padat teknologi dan menghasilkan produk berteknologi tinggi. Ini adalah sebuah keharusan, shifting adalah sebuah keharusan jika kita ingin memperkuat daya saing dan mengambil nilai tambah yang besar,” tuturnya.

Dengan demikian, semua kementerian, lembaga dan stakeholder harus meningkatkan sinergi dan kolaborasi. Kementerian perdagangan sendiri menurut Jerry bekerja keras dalam hal-hal yang berkaitan dengan sektor hilir seperti pembukaan akses pasar, fasilitasi pameran, pemasaran dan kelancaran supply chain serta standarisasi dan pengujian kualitas produk.

“Banyak yang bisa kita lakukan di Kementerian Perdagangan, namun pada intinya, kita memang harus berkolaborasi. Dengan itu kita optimis shifting produk dan industri bisa berjalan,” ucapnya.

Jerry mengatakan, generasi muda, baik para milenial dan generasi Z adalah aset sekaligus motor pendorong shifting tersebut. Pasalnya selain punya kapasitas keilmuan yang cukup, generasi muda Indonesia juga dikenal sangat kreatif dan penuh semangat.

Pihaknya berharap bahwa generasi muda terus mengembangkan inovasi dan berjejaring, baik dalam hal jaringan kerja maupun pemasaran dan permodalan. Ia yakin bahwa banyak program kementerian dan lembaga yang bisa dimanfaatkan untuk mengembangkan produk-produk buatan mereka.

“Menurut saya, ini eranya anak-anak muda. Pola produksi dan industri sudah sangat berubah. Dulu para senior sangat mendominasi. Saat ini, semua orang bisa berperan penting. Bahkan banyak sektor dan industri yang justru dipimpin dan diarahkan anak-anak yang masih berusia belasan tahun. Artinya, siapapun punya peluang untuk memimpin saat ini,” pungkasnya.

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore