
Bantuan pangan beras SPHP. (Dok. Bapanas)
JawaPos.com - Pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 11,92 triliun untuk menyalurkan bantuan pangan edisi Ramadhan dan Lebaran kepada 35,04 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Program ini ditujukan untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus memperkuat permintaan domestik, terutama menjelang Ramadhan dan Idul Fitri.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, bantuan pangan menjadi salah satu instrumen penting pemerintah dalam meredam tekanan ekonomi masyarakat berpenghasilan rendah.
“Untuk memperluas daya beli dan memperkuat dari sisi demand side, pemerintah menyalurkan bantuan pangan berupa 10 kilogram beras dan 2 liter minyak goreng selama dua bulan,” ujar Airlangga dalam konferensi pers Stimulus HBKN Hari Raya Idul Fitri 2026 di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (10/2).
Ia menjelaskan, bantuan tersebut menyasar 35,04 juta KPM yang berasal dari kelompok masyarakat desil 1 hingga desil 4. Pemerintah menargetkan penyaluran bantuan mulai dilakukan pada bulan Ramadhan atau Februari.
“Estimasi kebutuhan anggarannya sebesar Rp 11,92 triliun dan akan mulai disalurkan pada Februari. Pemerintah daerah serta kementerian dan lembaga terkait diharapkan mendukung kelancaran logistik penyaluran bantuan pangan ini,” jelasnya.
Pada saat yang sama, Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyebut pemerintah juga akan terus menyalurkan bantuan pangan yang merupakan bagian dari skema bantuan sosial yang disalurkan oleh Kementerian Sosial, di luar berbagai bantuan lain yang diberikan Presiden melalui kementerian teknis lainnya.
“Tentu ada bantuan-bantuan dari Presiden lewat kementerian yang lain, tetapi ini adalah bantuan sosial yang melalui Kementerian Sosial,” ujar Mensos yang akrab disapa Gus Ipul.
Gus Ipul memaparkan, Kemensos saat ini menyalurkan dua jenis bantuan sosial, yakni bansos reguler dan bansos adaptif. Bansos reguler mencakup bantuan sembako dan Program Keluarga Harapan (PKH) yang menyasar sekitar 18 juta KPM dengan total anggaran Rp 17,5 triliun.
Adapun bansos adaptif dialokasikan untuk penanganan kebencanaan, termasuk bencana di Sumatera dan sejumlah daerah lain, dengan nilai anggaran lebih dari Rp 2,3 triliun.
“Selain itu, kami juga menganggarkan bansos yang sifatnya atensi atau asistensi rehabilitasi sosial. Secara keseluruhan nilainya sekitar Rp 20 triliun,” jelasnya.
Hingga saat ini, Kemensos telah menyalurkan lebih dari Rp 17 triliun bantuan sosial. Sisa anggaran akan disalurkan secara bertahap pada Januari, Februari, dan Maret, serta dilanjutkan pada triwulan kedua, yakni April, Mei, dan Juni. “Artinya insyaallah sampai Lebaran penyaluran tetap berjalan,” pungkas Saifullah.

Breaking News! Rival Veda Ega Pratama Didiskualifikasi dari Moto3 Catalunya 2026
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Soal Kabar Kepala BGN Dadan Hindayana Ditangkap, Dasco: Serahkan ke Aparat Hukum
Profil Sony Sanjaya, Eks Jenderal Polri yang Dicopot Sebagai Wakil Kepala BGN, Sempat Diterpa Isu OTT
KPK Cari Keberadaan Wamen Imipas Silmy Karim Terkait OTT Imigrasi Jakbar
7 Pemain Baru Masuk! Bruno Moreira Hengkang, Ini Prediksi Starting XI Persebaya
Kejagung Konfirmasi Penggeledahan Kantor BGN Usai Pencopotan Dadan Hindayana
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Mantan Kepala BGN Dadan Hindayana Resmi Jadi Tersangka dan Ditahan Kejagung, Belum 24 Jam Usai Dicopot Prabowo
Kantor Badan Gizi Nasional Digeledah Kejagung, Muncul Karangan Bunga Unik Singgung Pencopotan Dadan
