JawaPos.com - Indonesia Human Capital & Beyond Summit (IHCBS) 2025 kembali dibuka di ICE BSD City, Tangerang. Tahun ini penyelenggaraan mengusung tema Future-Ready Workforce: Strategies for Indonesia’s 8 Economic Transformation. Forum ini mempertemukan para pemimpin industri, perwakilan pemerintah, akademisi, hingga praktisi SDM.
IHCBS 2025 dihadiri 3000 participant. Terdiri dari 1.500 hadir secara online, 1.500 hadir langsung. Forum ini ditargetkan mampu memperkuat kualitas tenaga kerja Indonesia agar siap menghadapi transformasi ekonomi pada era mendatang.
IHCBS 2025 resmi dibuka oleh President Director PT GML Performance Consulting, Suwardi Luis bersama beberapa pihak lainnya. Hari pertama kegiatan ini menghadirkan ribuan pengambit keputusan dari berbagai perusahaan, dimulai dengan grand key note Menteri PANRB Rini Widyantini.
Dihadiri juga oleh Dharma Syahputra- Executive Director GNIK, Riaz Shah- Professor at Hult International Business School & Member of EY Global Executive Assurance, Dewi Kurnia Salwa- Direktur SDM & Penunjang Bisnis PT Pertamina International Shipping, Andrey Andoko, Rektor Universitas Multimedia Nusantara, Najeela Shihab- CEO Kariermu Talentics and Maxime, Darmawan Prasodjo Direktur Utama PLN, hingga Lynda Gratton- Professor at London Business School.
CEO One GML Grup, Suwardi Luis menyoroti tentang dinamika unjuk rasa yang terjadi di Jakarta pada beberapa wakty terakhir ini. Menurutnya, IHCBS 2025 dapat menjadi wadah diskusi para pemimpin, pemerintah hingga praktisi SDM untuk bersama-sama membangun Indonesia yang lebih baik.
"Kehadiran kita hari ini mencerminkan bahwa kita tetap tangguh, tidak hanya untuk hari ini, tetapi juga untuk masa depan menuju Indonesia Emas 2045," Ucap Suwardi.
Sementara, Executive Director Gerakan Nasional Indonesia Kompeten (GNIK) Dharma Syahputra, yang memimpin diskusi menekankan bahwa wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya sudah aman setelah dilanda kerusuhan unjuk rasa.
“Kehadiran kita pada bagi ini menunjukkan bahwa Jakarta aman, Indonesia Damai," ujar Dharma.
Dharma Syahputra membawakan topik Indonesia Emas 2045: Progress Update on Execution of 2025 Blueprint Towards Indonesia Emas. Pembahasan mengenai Blueprint ini juga dirumuskan sudah sejak tahun lalu selesai IHCBS 2024, lalu dilanjutkan lagi sekarang.
Dalam pemaparamnya, ia menekankan pentingnya pembangunan kompetensi sebagai kunci menuju masa depan bangsa. “Blueprint Indonesia Kompeten 2030 menyampaikan pesan jelas, ketika kita membangun kompetensi dan mengembangkan SDM secara optimal, maka cita-cita Indonesia Emas 2045 akan tercapai,” ungkapnya.