Plt Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti memastikan jumlah tersebut merupakan bagian dari total keseluruhan penduduk miskin RI per September 2024 yang tercatat mencapai 24,06 juta orang.
"Jumlah penduduk miskin masih terkonsentrasi di Pulau Jawa yaitu sebanyak 12,62 juta orang atau sekitar 52,45 persen dari total penduduk miskin di Indonesia berlokasi di Pulau Jawa," kata Amalia dalam konferensi pers di Kantor BPS, Jakarta Pusat, ditulis Kamis (16/1).
Lebih lanjut, Amalia membeberkan fenomena ini terjadi karena paling banyak penduduk Indonesia berada di Pulau Jawa. Menurut catatannya, ada sekitar 55,84 persen penduduk Indonesia tinggal di Pulau Jawa.
Sehingga, kata dia, secara jumlah penduduk miskin. Pastinya akan berlokasi di pulau yang jumlah penduduknya lebih banyak.
"Jadi bukan secara persentase, tetapi secara jumlah penduduk miskin. Akibatnya, karena jumlah penduduk di pulau jawa ini memang sekitar 55, 84 persen dari total penduduk Indonesia berlokasi di Pulau Jawa," ujar Amalia.
"Maka ini tentunya normal bahwa jumlah penduduk miskin paling banyak ada di pulau jawa. Tetapi yang perlu kita catat juga secara persentase kemiskinan tingkat kemiskinan di Jawa relatif rendah dengan wilayah lain," sambungnya.
Ia pun mengungkapkan bahwa tingkat kemiskinan paling tinggi itu terpantau di Papua Pegunungan mencapai 29,2 persen. Sedangkan di Pulau Jawa hanya tercatat sebesar 8,05 persen.
Menurut Amalia, persentase penduduk miskin di Pulau Jawa masih jauh lebih rendah dibandingkan dengan rata-rata tingkat kemiskinan nasional yang mencapai 8,57 persen.
"Artinya tingkat kemiskinan di Jawa 8,05 persen, hanya ada 8 penduduk miskin dari setiap 100 penduduk di Pulau Jawa," pungkas Amalia.