
Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama PT Jamkrindo, Abdul Bari. (dok. Jamkrindo)
JawaPos.com – PT Jamkrindo Syariah mencatatkan kinerja positif sepanjang 2025 dan menjadikannya sebagai pijakan untuk melakukan penajaman strategi pada 2026. Pemegang Saham Pengendali mengapresiasi kinerja jajaran komisaris, direksi, dan seluruh insan perusahaan.
Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama PT Jamkrindo, Abdul Bari, selaku Pemegang Saham Pengendali PT Jamkrindo Syariah, mengatakan bahwa perubahan fokus tersebut diperlukan untuk merespons dinamika industri penjaminan yang semakin kompetitif. "Tahun 2026 bukan tahun untuk sekadar melanjutkan, melainkan untuk mengeksekusi dengan lebih presisi, lebih cepat, dan lebih berdampak," ujar Abdul Bari dalam Rapat Kerja Nasional PT Jamkrindo Syariah 2026 di Jakarta, Selasa (20/1).
Ia menjelaskan, capaian kinerja sepanjang 2025 menjadi fondasi penting untuk memasuki fase berikutnya. Namun, Abdul Bari mengingatkan bahwa pertumbuhan yang tidak disertai kualitas justru berpotensi menimbulkan risiko pada masa depan.
"Pertumbuhan tanpa kualitas pada akhirnya akan menjadi beban klaim, beban reputasi, beban modal, dan beban moral organisasi," katanya.
Oleh karena itu, Jamkrindo Syariah akan melakukan penataan ulang atau reshaping organisasi agar lebih fokus, tajam, dan relevan dengan tantangan bisnis ke depan. "Reshaping berarti membentuk ulang—bukan karena yang lama tidak baik, tetapi karena dunia bergerak lebih cepat," ujar Abdul Bari.
Selain penajaman fokus bisnis, perusahaan juga mendorong perubahan cara kerja dengan menempatkan disiplin eksekusi sebagai ukuran utama kinerja. Perubahan fokus pada 2026 turut disertai penguatan manajemen risiko berbasis data dan analytics.
"Keputusan bisnis pada masa depan tidak lagi cukup berbasis intuisi dan pengalaman semata, melainkan harus data-driven," ujarnya.
Pemanfaatan data diharapkan menjadi bagian dari budaya kerja, mulai dari tahap perencanaan, eksekusi, hingga pemantauan portofolio serta deteksi dini potensi klaim. Langkah ini ditujukan untuk meningkatkan kualitas pengambilan keputusan sekaligus memperkuat ketahanan perusahaan.
Di sisi lain, tata kelola dan integritas tetap ditempatkan sebagai fondasi utama keberlanjutan. Abdul Bari menegaskan bahwa kepercayaan merupakan aset strategis dalam industri penjaminan syariah.
"Pertumbuhan yang excellence hanya dapat dicapai apabila didukung oleh tata kelola yang baik, kepatuhan terhadap ketentuan, serta integritas seluruh insan perusahaan tanpa kompromi," katanya.
Dengan penajaman strategi tersebut, PT Jamkrindo Syariah menargetkan 2026 sebagai momentum untuk memperkuat perannya dalam ekosistem penjaminan syariah nasional.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Malaysia vs Vietnam: Superkomputer Jagokan The Golden Star Warriors
Soal Penolakan Pembangunan Gereja di Citraland, Wali Kota Eri: Tidak Sesuai Site Plan
Prediksi Skor Singapura vs Thailand: Ilhan Fandi Jadi Ancaman, Tuan Rumah Bisa Bikin Kejutan
Persebaya Surabaya Siapkan Penyerang Pengganti Alex Martins di Super League
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor Sabah FC vs Persib Bandung: Pangeran Biru Bidik Puncak Dewata Challenge Series 2026
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Kasus Penjahit Rasis Bali Kembali Diperbincangkan, Diduga Ada Intimidasi Saat Audiensi
