
ILUSTRASI. (BUDIONO/JAWA POS)
”Beringin-beringin ini telah ada sebelum kami lahir. Bahkan kakek-nenek kami pun menceritakan hal yang sama. Saat mereka lahir beringin-beringin ini telah ada.”
AMA Tewo berada di pihak kakeknya. Waktu itu kakek dan beberapa tetua seusianya coba mencegah.
”Ini perintah!”
Darah Ama Tewo seperti mendidih. Namun ia tak kuasa membela apa yang dipertahankan tetua kampung.
Aparat sangar dengan senjata di tangan. Siap menendang, siap menembak. Siapa berani?
Guru-guru agama jebolan sekolah misi senang. Orang tak lagi menyembah pohon-pohon. Ke depannya orang hanya menyembah Tuhan Bapa yang bertakhta di langit tinggi.
Ama Tewo bisa merasakan apa yang ada di pikiran tetua waktu itu. Tapi ia tak punya cukup kepandaian untuk berargumen. Guru-guru yang sangat fasih bicara tentang Tuhan itu tak pernah mau tahu bahwa beringin-beringin itu bagian dari perwujudan Ina Tana Ekan yang tugasnya menjaring awan, menyimpan air, menahan banjir dan longsor, memberi udara bagi hidup manusia. Oleh karena itu, manusia menyapanya: Ema. Jika beringin-beringin tersebut dilukai, kehidupan terluka. Sakitnya pohon adalah juga sakitnya manusia.
”Ini desa gaya baru. Harus tertata, rapi, bersih. Tidak bisa seperti semak belukar, apalagi hutan rimba.”
Guru-guru agama bertepuk tangan, mengacungkan jempol, tersenyum senang. Camat tambah besar kepala karena didukung oleh orang-orang berpendidikan.
Ama Tewo dan teman-teman seusianya diperintahkan untuk menebang pohon-pohon beringin yang rata-rata seperti rumah besarnya. Mereka dielu-elukan sebagai kesatria yang turun ke medan perang. Ia menjadi bagian dari barisan itu walau hatinya berontak.
Ama Tewo sadar usianya berlipat-lipat puluhan bahkan ratusan kali baru sama dengan usia beringin-beringin itu. Membinasakan yang mestinya dipelihara bikin jiwanya terguncang. Rasa kesal menggumpal setiap mengingat pekik sorak orang-orang yang hadir memberi semangat. Beringin-beringin tersebut bekerja dalam diam melindungi kampung dan memberi kesejukan. Menjadi saksi banyak hal, banyak peristiwa. Melewati musim-musim dengan setia. Tumbuh menjulang ke atas menjaring awan, menahan angin sekaligus menjulurkan akar-akarnya ke bawah membumikan air.
Umpatan, makian, ejekan, bentakan meremukkan hatinya. Apa salah beringin-beringin ini? Manusia tak lagi peduli jasa-jasanya. Kemajuan yang bagaimanakah sampai mengorbankan pohon-pohon yang melindungi kampung dan jadi rumah yang nyaman bagi sekian binatang selama ini? Setiap kali mau tebang hatinya kecut. Mukanya pucat. Dadanya berdegup. Demi membebaskan segala kecamuk, ia membabi buta. Seperti orang kerasukan mengayunkan kapak bertubi-tubi sampai terkulai lemas. Hampir sebulan selalu begitu. Sungguh menguras.
Peristiwa itu membekas bertahun-tahun. Ia harus melakukan kekejaman terhadap beringin-beringin yang tak bersalah. Jika beringin-beringin itu bisa menuntut, betapa besarnya hukuman yang harus dijalankannya.
Ada banyak hal yang hilang. Yang lain merasakan atau tidak, entahlah. Ama Tewo tak sanggup menatap wajah kakek dan sejumlah orang tua yang begitu menghormati beringin-beringin itu. Sebagai anak ia merasa tak berguna karena tak bisa membela. Malah turut menghancurkan perasaan mereka.
”Lihat saja: kalau tak lagi hormat pada pohon, orang akan sesukanya dengan sesama!”
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Palermo vs Mantova di Coppa Italia: Rosanero Siap Libas Tim Tamu di Renzo Barbera
Sidang Kasus Pemuda Dipukul Pengusaha Buah di Surabaya, Saksi Sebut Tak Melihat Kejadian Jelas
Prediksi Skor Lyon vs Auxerre di Liga Prancis: Les Gones Berpeluang Menang Telak di Groupama!
Prediksi Skor Laos U-20 vs Timnas Indonesia U-20: Garuda Muda Berpeluang Pesta Gol!
Foto Terakhir Kebersamaan Anthony Xie dengan Audi Marissa Usai Digugat Cerai
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Arema FC vs Isenmulang Kalteng FC: Singo Edan Diprediksi Menang di Kanjuruhan
Prediksi Skor Toulouse vs Lille di Liga Prancis: Les Dogues Berpeluang Sikat Tuan Rumah!
Prediksi Susunan Pemain Bali United vs PSS Sleman: Dominikus Dion Harap Super Elja Main Pede
Manajemen Buka Suara Usai Ikang Fawzi Dikabarkan Menikah Lagi
