Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 13 September 2025 | 18.13 WIB

Gelar Pubex, Telkom Klaim Catat Laba Rp 11 Triliun pada Semester I 2025 di Tengah Tantangan Ekonomi

Pubex Telkom secara daring menamparkan kinerja sepanjang semester satu 2025. (Istimewa). - Image

Pubex Telkom secara daring menamparkan kinerja sepanjang semester satu 2025. (Istimewa).

JawaPos.com - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk mengklaim konsisten menegaskan komitmennya dalam melanjutkan transformasi digital meski menghadapi tekanan ekonomi global dan dinamika industri telekomunikasi.

Pada Public Expose (Pubex) 2025 yang digelar secara daring, Kamis (12/9), manajemen Telkom memaparkan capaian kinerja semester I sekaligus arah strategi jangka panjang untuk menjaga pertumbuhan berkelanjutan.

Wakil Direktur Utama Telkom, Muhammad Awaluddin, menyebut transformasi perseroan dijalankan melalui empat pilar utama: optimalisasi portofolio infrastruktur digital, konsolidasi bisnis untuk memperkuat posisi sebagai strategic holding, peningkatan keunggulan operasional dan layanan, serta penguatan tata kelola dan efisiensi modal.

“Langkah ini adalah fondasi untuk menciptakan nilai jangka panjang di tengah percepatan ekonomi digital,” ujar Awaluddin.

Salah satu fokus utama adalah pengembangan Infranexia, identitas komersial dari InfraCo, yang mengelola aset fiber nasional. Tingkat utilisasi jaringan baru sekitar 40 persen, memberi ruang besar untuk ekspansi layanan. 

Menurut Direktur Strategic Business Development & Portfolio Telkom, Seno Soemadji, Infranexia bukan sekadar aset infrastruktur, melainkan platform pertumbuhan yang krusial bagi program fiberisasi Indonesia.

Selain itu, Telkomsel tengah memperkuat strategi Fixed Mobile Convergence (FMC) untuk mengintegrasikan layanan mobile broadband dan fixed broadband. Direktur Keuangan & Manajemen Risiko Telkomsel, Daru Mulyawan, menyampaikan bahwa penetrasi fixed broadband (FBB) masih rendah, hanya 16–17 persen. 

Tahun ini Telkomsel menargetkan tambahan 800 ribu hingga 1 juta pelanggan baru, setelah hingga Juni 2025 berhasil menambah sekitar 449 ribu pelanggan sehingga total mencapai 10 juta.

Dari sisi kinerja keuangan, Direktur Wholesale & International Service Telkom, Honesti Basyir, melaporkan pendapatan semester I 2025 sebesar Rp73 triliun, turun 3 persen dibanding periode sama tahun lalu. 

Penurunan dipicu pelemahan makroekonomi dan pergeseran strategi dari volume ke kualitas. Namun, profitabilitas tetap terjaga dengan EBITDA Rp36,1 triliun (margin 49,5 persen) dan laba bersih Rp11 triliun (margin 15 persen).

Belanja modal tercatat 13 persen dari pendapatan, lebih rendah dari tahun lalu yang mencapai 15,5 persen, sebagai hasil efisiensi tanpa mengurangi kualitas layanan. 

“Kami percaya transformasi yang dijalankan berada di jalur tepat untuk mendorong pertumbuhan jangka panjang, menjaga profitabilitas, sekaligus memberi layanan terbaik bagi masyarakat,” ungkap Honesti.

Transformasi Telkom mencerminkan dinamika baru sektor telekomunikasi di Indonesia: bukan hanya soal memperluas jangkauan layanan, tetapi juga bagaimana operator memaksimalkan aset digital, mengintegrasikan layanan, dan tetap menjaga kesehatan keuangan di tengah iklim ekonomi yang penuh ketidakpastian.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore