
Ilustrasi menggunakan serum. (Freepik)
JawaPos.com - Industri perawatan diri mengalami perkembangan signifikan di platform e-commerce selama empat tahun terakhir dengan menjamurnya brand lokal. Pakar menilai bahwa brand baru bisa melakukan penetrasi berkat strategi bundling.
CEO Compas.co.id Hanindia Narendrata mengatakan, sejumlah brand baru yang bermunculan empat tahun terakhir di e-commerce terlihat mulai mengambil langkah agresif untuk menarik minat pasar. "Mereka memanfaatkan agresivitas promosi digital dan berhasil mencatatkan pertumbuhan nilai penjualan luar biasa. Pertumbuhannya bahkan mencapai 284 persen hanya dalam satu kuartal," paparnya melalui keterangan resmi, Selasa (13/5).
Temuan ini, lanjut dia, berasal dari pemantauan data real-time Compas Market Insight Dashboard terhadap lima marketplace besar selama Januari–Desember 2024. Sepanjang tahun, total nilai penjualan kategori perawatan dan kecantikan di e-commerce meningkat signifikan. Dari Rp 12,6 triliun pada kuartal I menjadi Rp 17,4 triliun pada kuartal IV.
Lonjakan dipicu oleh masuknya pemain baru dengan strategi agresif dan terukur. Para brand pendatang baru memanfaatkan gimmick promosi seperti penawaran produk bundling, Buy 1 Get 1, hingga diversifikasi SKU dalam jumlah besar.
"Salah satu brand pendatang baru yang kini menempati peringkat ke-2 di kategori serum wajah bahkan mencatat peningkatan penjualan hingga 284 persen pada kuartal ketiga. Hal itu dicapai setelah mereka meningkatkan jumlah SKU hingga dua kali lipat dibanding kuartal sebelumnya," jelasnya.
Format bundling juga digencarkan secara masif. Salah satu perusahaan meningkatkan SKU dari 77 menjadi 151 dalam satu kuartal. Hal serupa terjadi di kategori Ibu dan Bayi. Salah satu brand yang belum genap 4 tahun berhasil melesat naik ke jajaran empat besar brand terlaris setelah meningkatkan jumlah SKU bundling dari 14 menjadi 41 SKU.
Angka tersebut naik lagi menjadi 60 SKU di kuartal berikutnya. Hasilnya, nilai penjualan brand tersebut melonjak hingga 242,3 persen pada kuartal ketiga dan naik lagi 124,7% di kuartal keempat.
Peningkatan agresif juga ditopang oleh penambahan SKU gimmick seperti gratis botol bayi atau produk bayi lainnya. "Fenomena ini mengingatkan bahwa posisi teratas di e-commerce bisa bergeser kapan saja. Tanpa strategi yang adaptif dan berbasis data, brand berisiko kehilangan momentum," jelasnya.

Bocor! 3 Alasan Krusial Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Nomor Dua Jadi Kunci Utama
Viral Penonton Konser F4 di Jakarta Kena Campak Sebelumnya, Kemenkes Lakukan Pengecekan
Soal Kabar Kepala BGN Dadan Hindayana Ditangkap, Dasco: Serahkan ke Aparat Hukum
Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Kunker Luar Negeri Presiden Dikritik, Teddy Singgung Dino Patti Djalal yang hanya 3 Bulan jadi Wamenlu
Kejagung Konfirmasi Penggeledahan Kantor BGN Usai Pencopotan Dadan Hindayana
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Wariskan 39 Gol yang Sulit Dilupakan
Profil Sony Sanjaya, Eks Jenderal Polri yang Dicopot Sebagai Wakil Kepala BGN, Sempat Diterpa Isu OTT
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
