
Minyak goreng kemasan bersubsidi Minyakita di salah satu Pasar Kebayoran Lama, Jakarta, Rabu (8/2/2023). Kementerian Perdagangan melakukan penambahan pasokan minyak goreng subsidi Minyakita sebanyak 450 ribu ton dari sebelumnya 300 ribu. Hal ini guna m
JawaPos.com - Pemerintah mengendalikan kestabilan harga dan pasokan minyak goreng (migor) di wilayah domestik setelah periode Ramadan dan Lebaran. Kebijakan domestic market obligation (DMO) dalam negeri dikurangi dari 450 ribu ton menjadi 300 ribu ton per bulan atau kembali ke awal. Aturan itu berlaku mulai bulan depan.
"Angka besaran DMO berdasar kapasitas terpasang sesuai dengan keputusan Dirjen Perdagangan Dalam Negeri 82/2022 dan mulai berlaku Mei 2023," ujar Kepala Badan Kebijakan Perdagangan (BKPerdag) Kasan Kamis (27/4).
Menurut Kasan, kebijakan tersebut sesuai dengan hasil rapat koordinasi evaluasi tentang kebijakan migor yang dilaksanakan pada 18 April lalu bersama Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan.
Apalagi, kondisi harga eceran tertinggi (HET) minyak goreng, baik kemasan maupun premium, saat ini stabil. Baik selama Ramadan maupun pasca-Lebaran.
"Dalam rangka menjaga pasokan DMO agar tetap stabil, perlu adanya perubahan kebijakan," katanya.
Sementara itu, Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Isy Karim mengatakan, strategi untuk menjaga agar HET tetap stabil di seluruh wilayah Indonesia adalah menetapkan insentif regional. Saat ini HET untuk minyak goreng rakyat belum merata di kisaran Rp 14 ribu, khususnya di wilayah Indonesia Timur.
Karena itu, Kemendag terus melakukan evaluasi untuk menentukan angka insentif regional. "Pertimbangannya, jika angka insentif regional dinaikkan, angka pengalihan ekspor akan semakin tinggi. Dikhawatirkan akan banjir hak ekspor," ucapnya.
Di sisi lain, soal pembayaran rafaksi minyak goreng senilai Rp 344 miliar kepada Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) yang belum rampung, Isy mengatakan bahwa pihaknya mengupayakan pertemuan pada pekan depan.
"Kami akan mengundang secara formal Aprindo untuk berdiskusi dan mengimbau agar tidak memboikot penjualan migor. Mudah-mudahan awal minggu depan ini," ujarnya.
Isy menjelaskan, utang tersebut belum dibayarkan lantaran Kemendag masih dalam tahap meminta pendapat hukum kepada Kejaksaan Agung dan menunggu hasil kesimpulannya. "Jika Kejagung sudah berhasil melakukan verifikasi dan pengecekan secara detail perihal pengajuan Kemendag, Kemendag melalui BPDPKS akan siap membayar utang tersebut," tandasnya. (agf/c7/dio)
---
PETA PROYEKSI KEBUTUHAN MINYAK GORENG
Kebutuhan | Volume (Juta Liter)
Nasional per tahun | 5.700
Nasional per bulan | 475

Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Pesan Perpisahan Penuh Misteri Milos Raickovic Bersama Persebaya Surabaya, Bonek Penasaran hingga Menyesali
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
Bocor! 3 Alasan Krusial Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Nomor Dua Jadi Kunci Utama
Ada Pemain Bali United yang Dirumorkan Gabung Persebaya Surabaya Musim Depan, Bonek Sebutkan 3 Nama Termasuk Irfan Jaya
Kunker Luar Negeri Presiden Dikritik, Teddy Singgung Dino Patti Djalal yang hanya 3 Bulan jadi Wamenlu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Wariskan 39 Gol yang Sulit Dilupakan
Harga BBM Pertamina Nonsubsidi Terbaru Per 1 Juni 2026, Dex Series Turun, Pertamax Turbo Naik
Viral Penonton Konser F4 di Jakarta Kena Campak Sebelumnya, Kemenkes Lakukan Pengecekan
