Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 3 Januari 2018 | 09.20 WIB

Surati Menteri BUMN, IKM Bakal Dorong Pansus Semen Indonesia di DPR

Menteri BUMN Rini Soemarno saat bersama Menko Luhut B Panjaitan - Image

Menteri BUMN Rini Soemarno saat bersama Menko Luhut B Panjaitan

JawaPos.com - Persoalan PT Semen Padang yang berlarut-larut menuai sorotan dari Ketua Harian DPP Ikatan Keluarga Minang (IKM), Andre Rosiade. Melalui surat terbukanya kepada redaksi JawaPos.com, ia berharap Menteri BUMN Rini Soemarno bisa bersikap bijak dan cepat menghadapi persoalan itu. 


Andre meminta Menteri Rini untuk tetap menjaga status operating company (opco) PT Semen Padang. Hal ini lantaran ada upaya likuidasi Direktorat Komersial dari opco ke holding.


Ia juga menerangkan para jajaran direksi PT Semen Indonesia menurutnya harus memahami fungsi PT Semen Indonesia selaku strategic holding dan PT Semen Padang, PT Semen Gresik dan PT Semen Tonasa selaku operating company. 


Berikut isi suratnya:


Aspirasi kami dari Masyarakat Minang mengenai Semen Padang untuk Menteri BUMN Rini Soemarno


Assalamualaikum wr wb


Ibu Rini Menteri BUMN yang kami hormati, 


Izinkan kami Andre Rosiade Ketua Harian DPP Ikatan Keluarga Minang yang beberapa hari yang lalu mengirimkan surat terbuka yang dikirimkan kepada Presiden Jokowi tentang pengkerdilan PT Semen Padang dan hilangnya spin off PT Semen Padang.


Bu Menteri yang kami hormati,


Surat kami ini telah mendapatkan reaksi dari seluruh masyarakat Sumatera Barat dan karyawan PT Semen Padang. Disamping itu Serikat Karyawan Semen Tonasa juga telah menyampaikan aspirasi menolak likuidasi Direktorat Komersial dari opco ke holding dan meminta agar Dirut dan jajaran Direksi PT Semen Indonesia memahami blue print PT Semen Indonesia sebagai holding company yang telah ditetapkan tahun 2012 lalu.


Dimana telah dipisahkan fungsi PT Semen Indonesia selaku strategic holding dan PT Semen Padang, PT Semen Gresik dan PT Semen Tonasa selaku operating company. Kebijakan melikuidasi direktorat komersial dan kemudian menyusul direktorat keuangan akan menjadikan PT Semen Padang selaku opco hanya sebagai unit produksian tidak lagi merupakan sebuah korporasi.


Di samping itu pemangkasan anggaran CSR PT Semen Padang untuk tahun 2018, yang jauh dibawah anggaran tahun 2017 juga akan berdampak bagi masyarakat sekitar. Perlu diketahui bahwa bagi masyarakat Sumatera Barat dan Lubuk Kilangan, PT Semen Padang adalah satu-satunya industri besar. Kebanggaan masyarakat yang lahir dan tumbuh atas peran masyarakat dan ninik mamak, melalui penyerahan tanah ulayat untuk dimanfaatkan oleh perusahaan. Tidak ada transaksi jual beli terhadap pemanfaatan tanah ulayat ini, sebagaimana PT Semen Gresik di Gresik maupun di Tuban.


Jika manfaat sudah selesai, tanah kembali lagi ke masyarakat. Saat ini masyarakat Lubuk Kilangan telah menjadi resah oleh kebijakan Direksi PT Semen Indonesia. Ninik mamak dan masyarakat telah membahas kebijakan-kebijakan yang mengabaikan kesejahteraan masyarakat lingkungan.


Adalah wajar bagi PT Semen Padang memberikan anggaran CSR yang cukup utk kesejahteraan masyarakat di Nagari, karena tanah diambil secara cuma-cuma, tidak dibeli diserahkan begitu saja. Pemotongan anggaran CSR ini telah melukai hati masyarakat Lubuk Kilangan. Tanah ulayat nagari Lubuk Kilangan diserahkan ke PT Semen Padang, bukan ke PT Semen Indonesia.


Dirut dan jajaran Direksi PT. Semen Indonesia harus tahu hal ini sebelum membuat kebijakan-kebijakan. Untuk itu kami meminta kepada ibu Menteri agar memerintahkan Dirut meninjau ulang kembali kebijakan ini sebelum ninik mamak dan masyarakat menarik kembali penyerahan penggunaan ulayat mereka ini.

Editor: Dimas Ryandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore