
Kerusakan akibat banjir yang membawa material pohon dan lumpur di pemukiman rumah warga di wilayah Lubuk Minturun, Koto Tengah, Kota Padan, Sumbar, pada Kamis (27/11). (BNPB)
JawaPos.com - Cuaca ekstrem yang menyebabkan banjir, longsor, dan angin kencang di Sumatera Barat (Sumbar), Sumatera Utara (Sumut), dan Aceh beberapa hari belakangan terjadi akibat pergerakan Siklon Tropis Senyar. Badai berkekuatan besar itu menghantam sebagian wilayah Sumatera hingga porak poranda.
Berdasar rapat penanggulangan bencana yang berlangsung di Jakarta sore ini (27/11), cuaca ekstrem tersebut menyebabkan kerusakan yang dahsyat. Sejumlah korban meninggal dunia dan hilang masih dalam pencarian. Basarnas melaksanakan 8 operasi SAR untuk menemukan dan menyelamatkan korban.
”Kami menggelar 8 operasi yang ada di wilayah Sumatera. Baik itu yang ada di Aceh, kemudian yang ada di Sumatera Utara, dan juga di Sumatera Barat,” ungkap kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Muhammad Syafii.
Seluruh operasi SAR itu dilaksanakan bersama-sama sejumlah instansi terkait lainnya. Baik TNI, Polri, jajaran pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Dia mengakui bahwa saat ini pihaknya masih mengupayakan evakuasi korban yang terisolasi.
”Seluruh potensi yang ada di wilayah saat ini sedang berjuang, sedang melaksanakan operasi, khususnya mengevakuasi terhadap korban-korban yang masih terisolasi,” kata dia.
Perwira tinggi (pati) bintang tiga TNI AU itu menyampaikan bahwa pihaknya tidak hanya mengandalkan potensi SAR di daerah, melainkan turun mengerahkan Basarnas Special Group (BSG) dari Jakarta. Namun demikian, terputusnya beberapa akses jalan pada jalur darat menjadi kendala.
Selain evakuasi korban terisolasi, pencarian korban hilang juga menjadi prioritas bagi Tim SAR Gabungan. Baik korban hilang akibat banjir maupun longsor. Upaya tersebut dilaksanakan bersama-sama oleh petugas yang masih terus bekerja di lokasi terdampak bencana.
”Korban-korban yang masih dalam pencarian, itupun juga menjadi skala prioritas kami. Khusus kaitannya dengan adanya longsor, kami akan melakukan tindakan-tindakan mulai dari secara manual dan juga kami menggunakan teknologi,” kata dia.
Siklon Tropis Senyar berasal dari bibit 95B yang terdeteksi sejak Jumat pekan lalu (21/11). Dampak pergerakan siklon tersebut adalah cuaca ekstrem yang berujung bencana banjir, longsor serta angin kencang. Saat ini pemerintah fokus melakukan penanggulangan bencana dan menyelamatkan korban.

Peringkat 12 Klub Terbesar yang Belum Pernah Memenangkan Liga Champions
Asisten YouTuber RA Diperiksa Kasus Whip Pink, Netizen Ramaikan Unggahan Reza Arap
Pesan Perpisahan Penuh Misteri Milos Raickovic Bersama Persebaya Surabaya, Bonek Penasaran hingga Menyesali
3 Calon Pelatih Liverpool Musim Depan, Semua Masih Muda dan Bertalenta!
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
6 Weton Bumi Kapetak Titisan Gatotkaca yang Ditakdirkan Kaya dan Sukses, Menurut Primbon Jawa
