Banjir dan longsor melanda Sumatera Utara, ribuan rumah terendam, jalur transportasi putus, dan dampak luas bagi masyarakat. (Sumut Post)
JawaPos.com - Satu keluarga di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) dilaporkan meninggal dunia setelah tertimbun longsor di Dusun 1, Desa Mardame, Kecamatan Sitahuis. Korban terdiri atas seorang ibu dan tiga anaknya, yang seluruhnya ditemukan oleh tim gabungan SAR dalam kondisi tidak bernyawa.
Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution, membenarkan kabar duka tersebut.
“Sudah dapat informasi dari Tapteng. Pak Bupati melapor ada korban jiwa, 4 orang. Saya minta agar kondisi di lapangan terus dimonitor,” ujar Bobby dalam keterangannya, dikutip dari Sumut Pos, Rabu (26/11).
Empat korban itu adalah Dewi Hutabarat, 33, bersama ketiga anaknya: Arta Rouli Lumbantobing, 7, Vania Aurora Lumbantobing, 4, dan Ilona Lumbantobing, 3,
Sementara sang suami, Poliman Lumbantobing, 37, diketahui sedang bekerja di luar kota sebagai sopir saat peristiwa terjadi.
Bobby menyampaikan belasungkawa dan meminta seluruh kepala daerah di Sumut yang tengah menghadapi bencana untuk mengutamakan keselamatan warganya. Ia mengatakan akan turun langsung ke lokasi longsor tersebut.
Menurut Bobby, Pemerintah Provinsi Sumut dan BMKG sebenarnya telah melakukan rapat koordinasi mengenai potensi cuaca ekstrem sejak beberapa bulan lalu, termasuk peringatan bahwa intensitas hujan pada November–Desember sangat tinggi.
“Ini sudah kita sampaikan dari jauh hari. Yang menyampaikan bukan Gubernur, tapi BMKG. Karena itu saya ingatkan kepala daerah dan OPD agar melakukan mitigasi lebih serius dan menyampaikan informasi potensi bencana kepada masyarakat,” tegasnya.
Bobby menekankan pentingnya kehadiran kepala daerah dalam setiap koordinasi penanganan bencana, agar langkah pencegahan dapat dilakukan cepat dan tepat sebelum jatuhnya korban jiwa.
Madina Terparah, Ribuan Rumah Terendam
Di Mandailing Natal, dampak banjir menjadi yang paling parah. Ribuan rumah di empat desa di Siulang Aling, Kecamatan Muara Batang Gadis, terendam air setinggi 1–2 meter. Hingga Selasa (25/11), air belum juga surut akibat hujan deras yang tak kunjung berhenti.
“Rumah kami masih tergenang air. Saudara di Lubuk Kapundung I, II, dan Rantau Panjang sudah mulai kembali untuk bersih-bersih. Tapi bantuan belum turun sama sekali. Kami sulit keluar karena satu-satunya jalur akses adalah transportasi udara,” ungkap Sadun Lubis, seperti dikutip dari Sumut Pos (Jawa Pos Grup).
Tapsel Lumpuh: Tiga Jalur Nasional Putus Total
Kerusakan parah juga terjadi di Tapanuli Selatan. Tiga jalan nasional—Lintas Barat, Lintas Tengah, dan Lintas Timur—putus total di lima titik sekaligus:

Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Pesan Perpisahan Penuh Misteri Milos Raickovic Bersama Persebaya Surabaya, Bonek Penasaran hingga Menyesali
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
Bocor! 3 Alasan Krusial Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Nomor Dua Jadi Kunci Utama
Ada Pemain Bali United yang Dirumorkan Gabung Persebaya Surabaya Musim Depan, Bonek Sebutkan 3 Nama Termasuk Irfan Jaya
Kunker Luar Negeri Presiden Dikritik, Teddy Singgung Dino Patti Djalal yang hanya 3 Bulan jadi Wamenlu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Wariskan 39 Gol yang Sulit Dilupakan
Harga BBM Pertamina Nonsubsidi Terbaru Per 1 Juni 2026, Dex Series Turun, Pertamax Turbo Naik
Viral Penonton Konser F4 di Jakarta Kena Campak Sebelumnya, Kemenkes Lakukan Pengecekan
