JawaPos.com – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, langsung mengambil langkah cepat usai dilantik dengan menggelar rapat koordinasi bersama jajaran kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemprov Jatim di Kraton Majapahit, Jakarta, Kamis (20/2). Dalam rapat ini, sejumlah sektor strategis menjadi perhatian utama, termasuk pendidikan, stabilitas harga sembako menjelang Ramadhan, serta investasi di Jawa Timur.
Dalam bidang pendidikan, Khofifah mendorong Dinas Pendidikan Jatim untuk melakukan mitigasi terkait sistem zonasi yang mulai dilonggarkan. Menurutnya, pelonggaran ini memiliki kelebihan dan kekurangan, sehingga harus dikelola dengan baik agar tidak menimbulkan permasalahan dalam proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB).
“Intinya, layanan publik saat PPDB harus dimitigasi dengan baik agar tetap berjalan adil dan efisien,” ujar Khofifah.
Selain itu, menjelang bulan suci Ramadhan, Khofifah menegaskan pentingnya menjaga stabilitas harga sembako agar tidak mengalami lonjakan. Ia mengingatkan bahwa tanggung jawab ini tidak hanya ada di Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), tetapi juga seluruh jajaran pemerintah daerah.
“Seminggu lagi sudah memasuki Ramadhan, maka yang kita tekankan adalah menjaga harga sembako agar tetap stabil. Semua pihak harus ikut berperan dalam hal ini,” tegasnya.
Program Mudik Bareng Gratis yang menjadi andalan Pemprov Jatim juga menjadi perhatian dalam rapat ini. Program yang selalu dinantikan masyarakat setiap tahun ini diharapkan dapat terus berjalan dengan baik, baik melalui jalur darat maupun laut. Namun, dengan adanya kebijakan efisiensi, Khofifah meminta evaluasi ulang terhadap skala program ini.
“Kami ingin dihitung ulang berapa yang bisa kita laksanakan, dan jika ada potensi menggandeng sinergi CSR dari BUMN, BUMD, maupun sektor swasta, kita berharap program ini tetap bisa berjalan optimal,” jelasnya.
Selain pendidikan dan stabilitas harga sembako, Khofifah juga menyoroti peluang investasi di Jawa Timur. Ia menegaskan bahwa provinsi ini memiliki potensi besar untuk menarik investor dan mengembangkan perekonomian daerah.
“Jawa Timur adalah surganya investor. Kami berharap ada inovasi lebih lanjut untuk menarik lebih banyak investasi guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Ia pun menutup rapat koordinasi dengan ajakan kepada seluruh jajaran OPD untuk terus memaksimalkan potensi yang ada. “Segala potensi harus kita tangkap dan manfaatkan agar kesejahteraan masyarakat Jatim semakin meningkat, serta mewujudkan Jatim sebagai Gerbang Baru Nusantara,” pungkasnya.