Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 19 September 2024 | 18.39 WIB

Di Lembang, Getaran Gempa Magnitudo 4,9 di Bandung Terasa Seolah-olah Truk Tengah Berlalu

RUSAK BERAT: Rumah warga roboh akibat gempa berkekuatan magnitudo 4,9 yang melanda Kertasari, Bandung, Jawa Barat, kemarin (18/9). (TIMUR MATAHARI/AFP) - Image

RUSAK BERAT: Rumah warga roboh akibat gempa berkekuatan magnitudo 4,9 yang melanda Kertasari, Bandung, Jawa Barat, kemarin (18/9). (TIMUR MATAHARI/AFP)

JawaPos.com – Gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 4,9 melanda Kabupaten Bandung dan Garut. Gempa dengan kedalaman dangkal 10 kilometer itu merusak ratusan rumah di empat desa. Layanan kereta cepat Whoosh sempat membatalkan perjalanan demi keamanan.

Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono menjelaskan, gempa yang terjadi kemarin (18/9) pukul 09.41 WIB terjadi di wilayah Bandung, Jawa Barat. Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi tersebut memiliki parameter update dengan M 4,9.

"Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 7,23° LS; 107,65° BT, atau tepatnya berlokasi di darat 25 km tenggara Kabupaten Bandung, Jawa Barat, pada kedalaman 10 km," terangnya.

Gempa bumi tersebut berdampak dan dirasakan di daerah Majalaya dengan skala intensitas III-IV MMI atau bila pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah. Lalu, daerah Banjaran dengan skala intensitas III MMI atau getaran dirasakan nyata dalam rumah.

Terasa juga getaran gempa seolah-olah truk tengah berlalu seperti di Lembang, Parompong, Bandung Barat, Baleendah, Garut, dan Cileunyi dengan skala intensitas II-III MMI. ’’Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami,’’ jelasnya.

Hingga pukul 10.10 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya lima aktivitas gempa bumi susulan dengan kekuatan M 3,1.

Laporan Radar Bandung, gempa bumi yang berpusat di 7.19 LS dan 107.67 BT itu berdampak pada kerusakan sejumlah rumah warga di Pangalengan dan Kertasari, Kabupaten Bandung.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menuturkan, laporan visual sementara dari BPBD Provinsi Jawa Barat melaporkan bagian dinding rumah, langit-langit, dan pagar mengalami kerusakan berat dan ringan. ’’Di samping itu, beberapa bangunan fasilitas umum, fasilitas kesehatan, tempat ibadah, dan kantor polisi turut mengalami kerusakan di wilayah Kabupaten Bandung,’’ ujarnya.

Data sementara hingga pukul 14.00 kemarin, 490 rumah rusak dan 450 orang mengungsi. Sebanyak 58 orang luka ringan dan 23 luka berat.

IMBAS GEMPA: Perjalanan kereta cepat Jakarta-Bandung di Stasiun Tegalluar dibatalkan kemarin (18/9). (TAOFIK ACHMAD HIDAYAT/RADAR BANDUNG)

Rangkaian gempa itu juga berdampak pada Whoosh. Layanan kereta cepat Jakarta–Bandung itu membatalkan 14 jadwal perjalanan. Corporate Secretary PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) Eva Chairunisa mengatakan, pembatalan itu dilakukan demi pemeriksaan menyeluruh pada area jalur Whoosh. "Untuk memastikan keselamatan dan keamanan, sejumlah perjalanan dibatalkan, bea tiket dikembalikan 100 persen," terangnya.

PT KCIC menyampaikan permohonan maaf atas pembatalan tersebut. Sesuai SOP keselamatan dan keamanan, tim kerja KCIC langsung melakukan pemeriksaan menggunakan rail car atau kereta perawatan.

Pemeriksaan menyeluruh membutuhkan waktu sekitar 4 jam untuk memastikan tidak ada faktor eksternal yang dapat mengganggu jalur Whoosh. Seperti longsoran bukit batu di kanan kiri trase, longsoran tanah, atau dampak alam lainnya. ’’Pemeriksaan menyeluruh dilakukan untuk semua jalur sepanjang 144 km,’’ paparnya.

Laporan Radar Bandung, salah satu penumpang KCIC, Mutiara Nurul Fauziah, mengatakan, sesampai di stasiun Whoosh di Tegalluar sekitar pukul 10.05 WIB, dia mendapatkan info jika pemberangkatan delay atau tunda hingga 10.40 WIB. ’’Biasanya kita bisa masuk kereta langsung, namun tiba-tiba diumumkan bahwa delay,’’ ujarnya kemarin.

Namun, selang beberapa lama, para penumpang diinfo ada delay lanjutan. "Info selanjutnya, delay hingga pukul 15.00 WIB. Namun, setelah kami tunggu, selang beberapa menit ada info tambahan jika kereta tidak jadi diberangkatkan karena kondisi gempa," imbuhnya.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore