
Dongeng dari relawan untuk anak-anak korban terdampak banjir bandang di Kabupaten Tanah Datar, Sumbar.
JawaPos.com - Bencana banjir bandang atau galodo yang melanda di Kabupaten Agam dan Tanah Datar, Sumatera Barat (Sumbar) sudah sebulan berlalu. Tanggap darurat pun sudah berakhir. Para relawan yang sempat berjibaku membantu masyarakat setempat sudah tidak ada lagi.
Meski demikian, warga terdampak di dua kabupaten itu masih mengalami trauma. Mereka butuh energi agar bisa bangkit dari trauma. Duka masih menyelimuti warga yang terdampak. Mereka berusaha untuk bangkit.
Dalam kondisi itu bantuan masih ada mengalir meskipun nilainya tidak banyak. Di antaranya yang diantarkan oleh Indonesia CARE bersama lembaga kemanusiaan lainnya.
Direktur Eksekutif Indonesia CARE Lukman Azis mengatakan, sebetulnya para penyintas masih membutuhkan pengobatan dan upaya trauma healing. Makanya pihaknya melakukan upaya psikososial.
"Kami mencoba hadir melanjutkan estafet kerelawanan yang sebelumnya telah dilakukan oleh teman-teman rescue pada masa tanggap darurat. Kini dengan didukung sahabat-sahabat kemanusiaan dan donatur kami turun ke lokasi membersamai penyintas," ujar Lukman Azis kepada JawaPos.com, Selasa (11/6).
Adapun Indonesia CARE hadir di Jorong Panti, Nagari Rambatan, Kecamatan Rambatan, Kabupaten Tanah Datar bersama Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Karawang, Al Azhar Care Indonesia, Imani Care, SDN 05 Petamburan, TK Aisyiyah 79 Petamburan serta para donatur lainnya pada Minggu (9/6).
"Selain pengobatan dan psikososial, kami juga menggelar dapur umum relawan," kata Alfian, perwakilan program Al Azhar Care Indonesia.
Dalam kesempatan itu, Imani Care menyiapkan ribuan obat-obatan untuk mendukung pengobatan gratis. Bantuan itu mendapat antusias dari warga terdampak. Leader Medis Response Indonesia CARE dr Risyad Hasyim menyebut, umumnya pasien yang mengikuti pengobatan gratis mengalami gatal-gatal dan diare.
Iwan M Ridwan, relawan lainnya, dalam upaya psikososial pihaknya mengumpulkan para anak-anak di SDN 07 Sungai Jambu dan diberikan hiburan dalam bentuk dongeng. "Dongeng yang diberikan tentu dongeng kemanusiaan," ungkap Iwan M Ridwan.
Sementara itu, Wakil Gubernur Sumbar Audy Joinaldy yang turut hadir di Sungai Jambu mengapresiasi para relawan yang masih hadir dan membersamai para penyintas galodo banjir bandang di Tanah Datar.
Dia menyebut ada ribuan penyintas yang masih berada di pengungsian pasca banjir bandang yang melanda pada Sabtu (11/5) lalu. Ada juga penyintas memilih tinggal di rumah kerabat yang tidak terdampak.
"Kalian (relawan) sudah jauh-jauh ke Sumatera Barat. Atas nama pemerintah provinsi saya menyampaikan ucapan terima kasih atas perhatian dan dukungannya," imbuh Audy.(*)
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Al-Hilal vs Al Ahli di Liga Arab Saudi: The Blue Waves Amankan 3 Poin di Kandang!
Foto Terakhir Kebersamaan Anthony Xie dengan Audi Marissa Usai Digugat Cerai
Prediksi Skor Udinese vs Venezia di Coppa Italia: Sang Zebra Kecil Berpeluang Menang di Friuli!
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Kasus Penipuan Rp 3,5 Miliar Dihentikan Usai Ruben Onsu Berdamai dengan Pelapor
Profil Matheus Lagoa! Legenda dan Kapten Anapolis, Puzzle Terakhir Persebaya Surabaya
Prediksi Skor West Ham vs Wolverhampton, Kemenangan Perdana atau Lanjutkan Tren Positif
Obligasi Danantara: Dana Murah Pembangunan yang Rentan TPPU?
Breaking News! Persebaya Surabaya Rekrut Kapten Anapolis FC Matheus Lagoa
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
